Komunitas
Komunitas HP Jadul Berbagi Takjil bersama Masyarakat Banjarbaru
BANJARBARU, Dihari ke-23 Bulan suci Ramadan 1439 H, komunitas Banua Jadul Community (BJC) menggelar acara bagi-bagi takjil pada warga Banjarbaru di jalan raya, Sabtu (8/6). Warga pun antusias menyambut makanan berbuka yang dibagikan di Jl A Yani Loktabat Utara, Banjarbaru tersebut.
Kasyaf, selaku Ketua BJC mengatakan, kegiatan bertema indahnya berbagi rejeki Ramadhan ini sudah kali ketiga sejak BJC terbentuk tahun 2013 lalu. “Kegitan kita kali ini lebih ke sosial, di bulan puasa ini kita berbagi ke sesama. Walaupun tidak seberapa namun setidaknya dapat digunakan sebagai hidangan pembuka sembari menunda lapar sementara bagi masyarakat yang sedang berpuasa,” terangnya.
Usai berbagai takjil, komunitas BJC juga sempat buka bersama dengan tukang ojek yang mangkal di sekitar lokasi kegiatan. Menurut Kasyaf, kegiatan komunitas banua jadul comunity tidak semata-mata hanya bagi perkumpulan pecinta hape jadul saja, tapi juga untuk masyarakat luas.
“Kita juga sering mengadakan kegiatan lainnya. Ya salah salah satunya berbagi takjil gratis pada bulan Ramadhan, dan kami berharap kedepanya banua jadul komunity akan lebih bisa lagi untuk sosial di masarakat banua,†katanya.
Jadul Itu Tak Ada Matinya


Banua Jadul Community atau yang disingkat dengan BJC adalah sebuah komunitas penggemar handphone lawas di Kalsel yang berdiri dari tahun 2013. Angotanya, berasal dari berbagai kalangan. Berdasarkan data yang diperoleh kanalkalimantan.com, saat ini ada sebanyak 30 orang yang bergabung di pecinta perangkat ketinggalan zaman tersebut.
Terkait hobi unik ini, Kasyaf menceritakan meski terbilang ketinggalan zaman salah satu kolektor ponsel jadul ini menuturkan, tak ragu untuk selalu membeli dan mengumpulkan ponsel jadul sampai kurang lebih 80 unit di rumahnya. Hobi itu dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.
Ya, siapa sangka di saat orang-orang beralih ke handphone yang lebih canggih alias smart phone, ternyata handphone keluaran lawas atau zaman dulu masih memiliki penggemar tersendiri. Seperti halnya Kasyaf yang sudah memulai mengumpulkan handphone jadul sejak tahun 2011 ini mengaku mendapatkan pasokan barang dari teman-teman kolektor dan juga internet, baik dari dalam dan luar negeri.
“Harga tidak merupakan suatu hal yang utama, walaupun mahal sekalian karena sudah merupakan suatu kebutuhan, pasti terbeli,†ujarnya.
Baginya selain disimpan dan di pajang di rumah, juga merupakan suatu bisnis, karena koleksi handphone jadul sangat unik dan menjanjikan. “Yang saya lihat sih, tidak banyak saingan dan harga yang stabil bahkan cenderung naik,†tuturnya.
Handphone yang kumpulkan dan dijualnya secara online dan offline dari berbagai merk ternama seperti Nokia, Ericson, Siemens, Motorola dan lainnya. “Handphone jadul keluaran tahun 1990-2000-an ke bawah,†ujar Kasyaf.
Kasyaf mengaku Handphone jadul pertama yang dimilikinya adalah Nokia E90 jenis communicator, berkaitan dengan alasan mengapa Kasyaf menjadi kolektor handphone lama, karena ingin menyampaikan hasrat yang dulu tidak pernah kesampaian untuk meliliki ponsel jenis-jenis itu.
“Memiliki ponsel jadul mempunyai tantangan tersediri, selain mencari sparepartnya yang sangat sulit, tempat servisnya pun tak sembarang orang bisa memperbaiki. Perlu pengetahuan yang khusus, sistem akal-akalan pun sering dilakuan untuk mengganti sparpart yang tidak diperjual belikan lagi, dari baterai sampai LCD,†bebernya.
Pokoknya, jadul itu tidak ada matinya!(rendy)
Editor: Chell
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluWabup Lantik 177 Pejabat di Lingkungan Pemkab Banjar
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMusrenbang RKPD 2027, Wali Kota Lisa Komitmen Peningkatan Kualitas Hidup
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu27 PNS dan 5 CPNS Pemko Banjarbaru Dilantik Terima SK
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluHari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas, Gubernur Kalteng: Penguatan Sektor Pertanian
-
Ekonomi3 hari yang laluEkonomi dan Fiskal Kalsel Awal 2026 Positif, Inflasi Bulanan 0,86 Persen
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluDPRD HSU Setuju Raperda RTRW 2026-2046 Menjadi Perda





