Olahraga
Kejurprov Anggar 2026 Banjarmasin Borong 15 Emas
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kontingen anggar Kota Banjarmasin tampil dominan dan menjadi juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar 2026.
Banjarmasin mendominasi Kejurprov Anggar 2026 dengan perolehan medali terbanyak dengan koleksi 40 medali, terdiri dari 15 emas, 10 perak, dan 15 perunggu.
Kejurprov Anggar 2026 resmi berakhir, di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin Kamis (3/9/2026). Capaian kontingen Banjarmasin sekaligus menggeser dominasi Kabupaten Tapin yang dalam beberapa tahun sebelumnya tampil sebagai juara umum.
Kontingen Kabupaten Tapin kali ini harus puas di posisi kedua dengan raihan total 13 medali terdiri dari 6 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

Baca juga : Hari Pelanggan Nasional 2026: BRI Hadirkan Beragam Promo Spesial
Sementara Kota Banjarbaru menempati posisi ketiga dengan 21 medali, yakni 4 emas, 7 perak, dan 10 perunggu.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berada di posisi keempat dengan 6 medali, terdiri dari 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyusul di posisi kelima dengan 3 medali, yakni 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Daerah lainnya juga menunjukkan persaingan. Kabupaten Balangan mengoleksi 11 medali tanpa emas, Tanah Bumbu 9 medali, Tanah Laut 5 medali, Barito Kuala 3 medali, serta Kabupaten Banjar 1 medali perak.
Lima daerah yang berhasil mendulang medali emas, yakni Banjarmasin, Tapin, Banjarbaru, HSS, dan HSU. Sementara lima daerah lainnya masih belum mampu meraih emas pada Kejurprov 2026.

Baca juga : Bupati Kapuas Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla Kalteng
Ketua IKASI Kalsel, Herita Warni, didampingi Sekretaris IKASI Kalsel Muhammad Ramadhani, menilai keberhasilan Kota Banjarmasin menjadi juara umum menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan olahraga anggar di Kalsel.
“Beberapa tahun yang lalu Tapin selalu juara umum. Kali ini Banjarmasin, Banjarmasin mendominasi karena sekarang banyak anak-anak yang berlatih, terutama di klub-klub,” ujar Herita, dikutip dari Media Center Kalsel.
Persaingan pada Kejurprov kali ini menunjukkan pembinaan anggar di Kalsel semakin merata. Hampir seluruh kabupaten dan kota telah memiliki kepengurusan maupun atlet yang aktif mengikuti kompetisi.
“Pembinaan anggar merata. Semua kabupaten sudah ada pengurus. Hasil kejuaraan menunjukkan seluruh daerah sudah mendapatkan medali, jadi tidak hanya didominasi Banjarmasin dan Tapin,” jelasnya.
Baca juga : Turun ke Jalan Bupati Kapuas Bagikan Masker ke Warga
Kejurprov Anggar Kalsel 2026 mempertandingkan 28 kategori, mulai dari kelompok usia di bawah 10 tahun (U-10), prakadet, kadet, junior hingga senior, baik putra maupun putri. Para atlet bertanding menggunakan tiga jenis senjata, yakni sabre, degen, dan florete.
Porsi besar terhadap kelompok usia muda diberikan IKASI Kalsel sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Keberadaan kategori U-10 diharapkan mampu menjadi fondasi regenerasi atlet anggar Kalsel.
“Kami menyasar yang kecil-kecil, termasuk U-10, karena ini untuk pembinaan ke depan. Alhamdulillah, antusias masyarakat sudah sangat baik,” katanya.
Kejurprov 2026 ini diikuti 268 atlet untuk nomor individu, sementara total peserta yang ambil bagian dalam seluruh nomor pertandingan mencapai lebih dari 300 orang.
Baca juga : Ketua Komisi II DPR Apresiasi Pemkab Banjar Jadi Pelopor Pembentukan Desa Antimaladaministrasi di Indonesia
Hasil Kejurprov menjadi salah satu bahan evaluasi IKASI Kalsel untuk memetakan atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi agenda Pra-PON. Namun, pihaknya masih menunggu kepastian jadwal dari Pengurus Besar (PB) IKASI.
“Kalau hasil yang ini kami sudah memantau beberapa atlet. Tinggal pembinaan mereka seperti apa ke depan yang bisa kami bina,” ujarnya.
Pembentukan atlet anggar berprestasi membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten, terencana, dan sistematis sejak usia dini.
Baca juga : Semarak Expo KKN-Magang ULM di HSU Lahirkan Inovasi Tepat Guna dari Desa untuk Desa
“Tidak bisa setelah sebulan atau dua bulan bisa menjadi juara. Anggar perlu bertahun-tahun. Jadi perlu pembinaan yang matang, terencana dan tersistem,” tegas Herita.
IKASI Kalsel optimistis prestasi anggar Kalsel akan terus meningkat di level nasional. Perkembangan tersebut mulai terlihat dari capaian Kalsel pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). berhasil meraih satu medali perunggu.
“Selama sekian puluh tahun belum pernah menyumbangkan medali di PON. Baru pada PON Medan-Aceh kami mendapatkan satu perunggu. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter : kk
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluKPK Usut Dugaan Suap Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluTitik Api di Banjarbaru Belum Mereda, 1.263 Hektare Lahan Terbakar
-
HEADLINE2 hari yang laluWarning BMKG: Kalsel dan Kalteng Kategori “Awas” Kekeringan Meteorologis
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluBupati Kapuas Hadiri Peringatan Maulid Nabi, LPK Gelar Tapung Tawar Wasi dan Bakuntau
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluKecamatan Mantangai Bentuk Posko Karhutla di Dua Desa
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluTerjebak di Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi


