Connect with us

HEADLINE

Kata Gus Baha tentang Azan ‘Hayya Alal Jihad’

Diterbitkan

pada

Rais Syuriyah PBNU, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Foto: NU Online/Ahmad Hanan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Belakangan ini viral beberapa video berisi sekelompok orang melantunkan azan dengan menambahkan bacaan ‘hayya alal jihad’. Fenomena itu tak pelak membuat sebagian umat Islam menjadi resah dan bingung tentang tujuan serta hukum atas azan yang berisi ajakan jihad tersebut.

Beberapa tokoh ulama telah memberikan tanggapan terkait peristiwa itu, salah satunya KH Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha.

Gus Baha menuturkan, dahulu, bangsa Indonesia tergerak untuk berjihad saat dijajah oleh Belanda sesuai dengan konteksnya. Apalagi dikuatkan dengan fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari sebagai ulama yang berpengaruh dan disegani.

“Semua itu kan muqtadhol hal (مقتضى الحال) yakni sesuai dengan konteksnya. Kalau dalam keadaan damai, orang juga tidak suka jihad,” tutur Gus Baha saat menjawab pertanyaan seorang jamaah dalam sebuah majelis pengajian di Pondok Pesantren LP3IA, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (2/12/2020) disiarkan di Youtube melalui Official LP3IA.



 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengaku pernah membaca di beberapa literatur klasik yang berisi kewajiban jihad. Hal itu penting sebagai tuntunan umat Islam dalam berjihad. Karena bila tidak ada referensi dari kitab tersebut, umat Islam tentu bingung saat ada kewajiban berjihad melawan Belanda dan Jepang.

“Hukum itu berdasarkan muqtadhol hal (konteks). Maka hukum itu jadi gugur ketika muqtadhol hal itu tidak ada. Di mana-mana jihad itu ada konteksnya,” terangnya.

Tetapi di luar konteks jihad, Gus Baha mengimbau umat Islam agar berpegang teguh pada sikap saling mencintai, melengkapi, menghormati, dan saling berdoa ‘Allahummahdina fiman hadait’ (Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk).

“Saya mohon, agama ini datang tidak suka adu-adu (pertikaian, red). Jadi yang tukang adu-adu harus tobat karena ancamannya berat. Termasuk contoh adu-adu, menyampaikan perkataan ini untuk membenturkan ini dan ini. Sudahlah, kamu dan kita semua membayangkan ketemu Allah berani tanggung jawab apa tidak?” pinta Gus Baha.

Pengasuh Pesantren LP3IA Rembang itu mencontohkan guru-gurunya seperti KH Maimoen Zubair dan ayahandanya KH Nursalim yang selalu berdoa ‘allahumma allif baina qulubina wa ashlih dzaata bainina’ dengan harapan agar hubungan selalu di antara sesama baik-baik saja.

“Jadi, kalau ingin Indonesia damai, semua wali, yang bukan wali, apalagi menjabat, harus berdoa. Yang bisa mendamaikan hanyalah kehendak Allah, kita tidak bisa, karena itu sudah sunnatullah,” harapnya.

“Saya mohon sekali, kita sering berdoa, kita disatukan oleh Indonesia, semuanya anak Indonesia harus kita hormati. Kita ingin Indonesia baik dan lebih baik. Karena PR kita ini banyak sekali, jangan habiskan hal-hal begitu. Ini bukan jawaban saya, tapi jawaban nurani seluruh Indonesia dan bangsa dunia,” pungkas Gus Baha. (nuonline)

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Takzim ke Pendahulu, Aditya-Wartono Ziarah ke Makam Van Der Pijl dan Nadjmi Adhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Minta Ada Penanda di Makam Van Der Pijl


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Aditya dan Wakil Wali Kota Wartono ziarah ke makam Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru Van Der Pijl di kawasan permakaman Pulau Beruang Mekatani Jalan A Yani Km 29, Sabtu (27/2/2021). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mengawali hari pertama setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin dan Wartono menunjukan bentuk perhormatan terhadap dua tokoh pendahulu di Kota Banjarbaru.

Sabtu (27/2/2021) pagi, Aditya-Wartono mengunjungi makam Van Der Pijl, asitektur awal atau dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru. Termasuk berziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani.

Di makam Van Der Pijl yang terletak di Taman Pemakaman CTN Pulau Beruang jalan A Yani Km 29, selain tabur bunga sebagai bentuk penghormatan, Aditya-Wartono juga berkomitmen untuk lebih memperhatikan keberadaan makam tersebut. Terlebih, Van Der Pijl merupakan tokoh besar yang sangat berjasa dalam rancang bangun awal pembangunan Kota Banjarbaru.

“Saya yakin, banyak yang belum tahu bahwa makam pak Van Der Pijl ada di Km 29 ini,” ujar Aditya, sapaan pendek Wali Kota Banjarbaru.



Ziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani. Foto : Rico

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui dinas terkait, ia meminta dibuatkan semacam penanda keberadaan makam tersebut.

“Beliau adalah tokoh besar yang sangat berjasa terhadap Banjarbaru. Melalui dinas terkait, kami meminta dibuatkan penanda nantinya,” cetus Aditya.

Tahap awal, lanjut Wali Kota yang akan menginjak usia 37 tahun pada Maret nanti itu, juga meminta dibuatkan semacam papan nama besar bahwa di kawasan makam Van Der Pijl. “Nanti kita tuliskan biografi pendek beliau di sana. Tentu, ini juga akan kami komunikasikan dengan pihak keluarga dan pengelola makam,” sambung Aditya.

Selesai di makam Van Der Pijl, rombongan Aditya-Wartono kemudian berlanjut berziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin.

Di makam Wali Kota Banjarbaru periode 2016-2021 ini, rombongan turut didampingi Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, Anggota DPRD Kota Banjarbaru HM Subakhi, serta Camat dan Lurah juga menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan. Rombongan pun mendo’akan almarhum agar senantiasa diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT.

“Kami sengaja mengawali hari ini dengan berziarah ke makam pendahulu. Insyaallah, mudah-mudahan beliau diberikan ketenangan dan tempat sebaik-baiknya. Dan Insyaallah, kami juga bermohon agar bisa meneruskan cita-cita dan harapan para pendahulu untuk Banjarbaru kita tercinta,” ungkap Aditya didampingi Wartono.

Sementara itu, ziarah pasangan Aditya-Wartono ini disambut hangat pihak keluarga. Baik keluarga Van Der Pijl, maupun keluarga H Nadjmi Adhani.

“Minta tolong sampaikan ke beliau (Aditya-Wartono), terima kasih atas perhatian beliau,” pesan Hj Ririen Kartika Rini, istri H Nadjmi Adhani melalui salah satu perwakilan keluarga.

Hal senada disampaikan keluarga Van Der Pijl, melalui sang cucu dr Maria Van Der Pijl. “Mohon maaf ayah dan ibu tidak bisa mendampingi langsung disebabkan kondisi kesehatan dan usia beliau. Beliau menyampaikan salam dan terima kasih,” ungkap puteri dari salah satu anak Van Der Pijl, Marijke Elizabeth tersebut. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Sehari Pasca Dilantik Aditya-Wartono Cek Pasar Bauntung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wali Kota Aditya: Pak Kadis, Tolong Buatkan Kotak Saran


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Aditya saat menemui pedagang di Pasar Bauntung yang baru diresmikan, Sabtu (27/2/2021). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Selang sehari pasca dilantik, pasangan Wali kota-Wakil Wali kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Wartono langsung tancap gas.

Sabtu (27/2/2021) akhir pekan, duet pemimpin baru Kota Banjarbaru melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Bauntung Banjarbaru di Jalan RO Ulin, Loktabat Selatan.

Aditya-Wartono langsung mendengarkan dan menyerap aspirasi para pedagang. Bahkan, sejumlah keinginan yang disampaikan pedagang langsung direspon cepat.

Sebagaimana diketahui Pasar Bauntung mulai resmi beroperasional pada 16 Februari 2021 kemarin. Bersamaan dengan itu, sampai saat ini relokasi para pedagang ke lokasi bangunan yang baru masih berlangsung.



 

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru sendiri memberi tenggat waktu hingga 28 Februari 2021 sebagai batas akhir dari seluruh proses relokasi para pedagang.

Sekaligus hari terakhir dimana Pasar Bauntung yang lama di Jalan A Yani Km 34 ditutup dan tidak boleh ada operasinal lagi.

“Pak Kadis, tolong buatkan kotak saran,” pinta Wali kota Aditya kepada Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru Abdul Basit yang ikut mendampingi.

Permintaan Wali kota tersebut merespon harapan pedagang yang menginginkan ada cara untuk berkeluh kesah, atau menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Terutama berkaitan dengan pasar itu sendiri.

“Dengan kotak saran itu, nanti pedagang atau pengunjung bisa menulis semacam surat. Boleh memberi komentar, saran, atau masukan terkait pasar,” ungkap Wali kota.

Kepada para pedagang dan pengunjung, Wali kota dan Wakil Wali kota juga bertanya kondisi pasar yang baru. Pedagang dan pengunjung mengaku lebih nyaman, sekalipun kondisi saat ini masih sepi pembeli.

Menanggapi pernyataan itu, Aditya dan Wartono berjanji mengupayakan solusi terbaik. “Insyaallah, kita upayakan solusi terbaik. Terbaik untuk semua. Untuk pedagang, untuk pemerintah, terkhusus lagi untuk seluruh masyarakat Banjarbaru,” kata Ovie -panggilan akrab Aditya-.

Sementara itu, Helman, warga Jalan Pandu Banjarbaru yang sedang bebelanja di pasar, mengaku senang dengan keberadaan pasar baru ini.

“Pasarnya bagus. Bersih. Tempatnya juga nyaman. Teduh karena beratap penuh,” kata Helman. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->