Connect with us

Hukum

Kadivpas Kemenkumham Jalani 3 Kali Bedah Plastik, Polda Terus Buru Pelaku

Diterbitkan

pada

Kadivpas Kemenkumham Kalsel yang masih dirawat di RS Suaka Insan Foto: tribun

BANJARAMASIN, Pasca mengalami kekerasan berupa tindakan penyiraman air keras orang tak dikenal di pelataran Capun Cafe, Jl S Parman Banjarmasin, Selasa (20/11) pukul 19.30 Wita, Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Kalsel, Asep Syarifuddin, masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Saat ini yang bersangkutan telah menjalani tiga kali operasi rekonstruksi bedah plastik di RS Suaka Insan Banjarmasin.

Kakanwil Kemenkumham Kalsel Ferdinand Siagian terus memantau kondisi Asep pasca kasus tersebut. Menurut Ferdinand saat menjenguk korban yang dirawat di ruang Ana No 30 ini, kondisi Asep masih perlu mendapatkan perawatan intensif.

“Sebelumnya beliau telah menjalani tiga kali operasi. Yakni pada tanggal 21, 23 dan 27 November. Tiga kali operasi dilakukan karena adanya kerusakan di sekitar wajah, bahu dan tangan cukup parah. Terutama pada bagian hidung, mulut, pundak kiri dan kanan,” ungkap Ferdinand.

Dia mengatakan, masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak dokter terkait penanganan Asep. Namun ia berharap, kondisi Kadivpas cepat membaik dan pelaku bisa ditemukan secepatnya. Sebab pihak Kemenkumham sendiri telah memberikan informasi kepada polisi demi bisa mengngkap kasus yang juga menimpa pada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP M Rifai mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan alat bukti atas kasus ini. Namun diakui dalam prosesnya mengalami beberapa kendala terkait CCTV yang mati. “Berdasar keterangan saksi-saksi kasus ini sudah mengarah ke salah satu nama. Saat ini kami telag membentuk tim gabungan untuk dapat mengungkap secepatnya,” katanya.

Sebelumnya, Selasa (20/11) malam, Asep Syarifudin, menerima serangan siraman air keras dari pria tak dikenal. Peristiwa terjadi sekitar 19.30 Wita, ketika Asep usai makan malam di cafe tersebut menuju mobilnya yang di parkir di halaman cafe.

Pada saat itu, ia tiba-tiba dihampiri orang yang tidak dikenal. Korban mengira, orang tersebut merupakan juru parkir. Namun rupanya orang tidak dikenal tersebut menyiramkan air keras ke korban. Pelaku langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.

Polda Kalsel pun telah berupaya maksimal mengusut kasus ini. Sejumlah barang bukti, meliputi gelas plastik dan sisa cairan air keras yang dipakai pelaku saat ini sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk diusut. Termasuk juga, polisi telah mendatangi lokasi kejadian perkara untuk pemeriksaan saksi, olah TKP, dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi.

Namun demikian, melihat berbagai unsur kejadian, analisanya bisa jadi pelaku sebelumnya telah menarget korban. Sehingga ketika dalam keadaan lengah, pelaku langsung dengan cepat melaksanakan aksinya tersebut. Jadi, kemungkinan korban sudah sejak lama dibuntuti oleh pelaku.

Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel mengatakan, Asep Syarifudin yang baru menjabat selama lima bulan di posisinya sat ini. Asep pernah mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX pada tahun 2010.

Asep merupakan pria kelahiran Bekasi, 12 Desember 1961. Sebelum menjabat sebagai Kadivpas, sejumlah jabatan pernah disandangnya. Mulai dari Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga tahun 2015, Kepala Lapas Kelas I Palembang tahun 2016, dan Kepala Lapas Kelas I Medan tahun 2017.

Sejauh ini polisi belum bisa mematikan, apa kasus yang menimpa Asep ini terkait hubungannya dengan masalah hukum atau lainnya. Karena masih memerlukan keterangan pelaku untuk mengetahui lebih jauh.

Sementara itu, kasus ini juga menjadi perhatian Wakil Ketua Komnas HAM, Hairiansyah. Ia meminta polisi segera mengusut kasus ini. Termasuk menemukan motifnya, apakah terkait kasus hukum atau lainnya. Sebab peristiwa ini menimpa petugas Kemenkumham Kalsel. “Perlu diusut apakah ada kaitannya dengan tugas dan jabatan korban atau tidak,” ungkapnya.(mario)

Reporter:Mario
Editor:Celll

Bagikan berita ini!