OPINI
Iwan Alabio: Antara Pengabdian, Kesederhanaan, dan Harapan Banua
Opini : Ahmad Marjuni, Pemuda HSU
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Ketika dua mahasiswa asyik mengobrol di sebuah warung sambil minum kopi bersama.
Haris: “Ikam tahulah lawan Iwan Alabio?”. Iwan Alabio nama keren alias sapaan akrba Hero Setiawan.
Maulana : “Nah tahu ai Wakil Bupati kita kalu, pina rancak malihat sidin di sosmed. Rancak sidin bemasyarakat kada modal spanduk haja,”
Harus: “Iya banar, pas tu apa yang handak ku sambat,”.
Di sebuah daerah seperti Hulu Sungai Utara, kehadiran seorang pemimpin sering kali terasa lebih penting daripada sekadar jabatan. Masyarakat tidak selalu membutuhkan kata-kata besar, tetapi kehadiran yang jelas dan nyata.
Baca juga: Wabup Banjar Buka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah
Nama Iwan Alabio hadir dalam ruang itu. Bukan hanya sebagai Wakil Bupati, tetapi sebagai sosok yang mencoba dekat dengan kehidupan masyarakatnya.
Ia tidak hanya terlihat dalam acara resmi, tetapi juga di lapangan olahraga, di tengah petani, hingga dalam kegiatan budaya yang sederhana.
Dikenal dengan nama asli Hero Setiawan, ia menjalankan perannya dengan cara yang tidak berjarak. Ia menyapa, mendengar, dan hadir di tengah masyarakat.
Dalam banyak kesempatan, itu menjadi hal kecil yang justru terasa besar. Di bidang olahraga, perannya cukup menonjol.
Sebagai Ketua KONI Hulu Sungai Utara, ia kerap hadir memberi semangat kepada para atlet. Baginya, olahraga bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang semangat, proses, dan harga diri daerah.
Baca juga: Rakor Camat Lurah se Banjarbaru, Ini Keinginan Wali Kota Lisa
Hal itu terlihat dalam ajang Porprov Kalimantan Selatan 2025 di Tanah Laut. Kontingen Hulu Sungai Utara berhasil meraih 37 medali emas, 47 perak, dan 97 perunggu.
Prestasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa potensi selalu ada, hanya perlu ruang dan dukungan untuk tumbuh. Bahwa mimpi anak-anak daerah tidak kalah dengan siapa pun, selama mereka diberi kesempatan dan itulah yang kerap digaungkan oleh sosok Iwan Alabio. Namun, kehidupan di Hulu Sungai Utara tidak hanya soal olahraga.
Ada sektor pertanian yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat. Tantangannya jelas, lahan dan air yang kadang tidak menentu kapan surutnya. Di sinilah peran Iwan Alabio juga terlihat. Ia tidak hanya berbicara soal program, tetapi ikut turun melihat kondisi di lapangan dengan bertemu para petani, mendengar keluhan, dan mencari solusi bersama.
Dalam beberapa kesempatan, ia mendorong inovasi seperti padi apung sebagai jawaban atas kondisi lahan yang sering tergenang.
Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi tak kalah penting, perannya sebagai Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Sungai Pandan mendorong para alumni agar tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi ikut berkontribusi bagi daerah.
Baca juga: DPRD HSU Setuju Raperda RTRW 2026-2046 Menjadi Perda
Pada akhirnya, pemimpin tidak hanya dinilai dari program atau kebijakan semata. Tetapi dari seberapa jauh ia hadir dan berada di urat nadi masyarakat yang dipimpinnya.
Di tengah berbagai tantangan, sosok seperti Iwan Alabio menjadi harapan bahwa perubahan tetap berjalan, meski pelan. Karena perubahan tidak selalu datang dari langkah besar, tetapi dari kesediaan diri untuk terus hadir dan berbuat lebih baik.
Dan dari situlah, masa depan HSU diharapkan menuju titik cahaya terang. Sesuai dengan slogan Bangkit, bangkit, bangkit. (***)
Editor: bie
-
Komunitas3 hari yang laluKebersamaan PRTB Banjarmasin dalam Reuni dan Halalbihalal
-
Kabupaten Banjar17 jam yang laluWabup Lantik 177 Pejabat di Lingkungan Pemkab Banjar
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluTiga Pelaku Pengeroyokan di Sungai Bilu Menyerahkan Diri ke Polisi
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluHari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas, Gubernur Kalteng: Penguatan Sektor Pertanian
-
HEADLINE2 hari yang laluJemaah Haji Mulai Diberangkatkan 22 April
-
Ekonomi1 hari yang laluEkonomi dan Fiskal Kalsel Awal 2026 Positif, Inflasi Bulanan 0,86 Persen





