Pemprov Kalsel
Ikasandi Upaya Meningatkan Tata Kelola Keamanan Informasi Daerah
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sosialisasi Instrumen Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Sandi (Ikasandi) tahun 2026, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola keamanan siber dan persandian di lingkungan pemerintah provinsi maupun 13 kabupaten/kota se Kalsel.
Plh Kepala Diskominfo Kalsel, Mashudi, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari proses evaluasi terhadap kesiapan dan implementasi keamanan informasi dan sandi di lingkungan pemerintah daerah.
Baca juga: Ketersediaan Daging Aman, Kalsel Surplus Ayam Pedaging dan Petelur
“Ini menjadi bagian dari evaluasi kesiapan serta implementasi keamanan informasi dan sandi, sekaligus memberikan rekomendasi yang dapat dijadikan dasar perbaikan berkelanjutan ke depan,” ujarnya.
Instrumen pengukuran tingkat kematangan keamanan siber dan sandi merupakan metode penilaian yang dikembangkan Badan Siber dan Sandi Negara (BBSN) untuk mengukur tingkat kematangan keamanan informasi dan persandian pada suatu instansi pemerintah.
Diharapkan para peserta dapat memahami secara komprehensif instrumen penilaian Ikasandi, pentingnya keamanan siber dan sandi, potensi ancaman yang mungkin terjadi, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Mulai dari penggunaan kata sandi yang aman, kehati-hatian dalam mengakses tautan atau email, hingga perlindungan data pribadi dan data instansi harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Baca juga: Polda Kalsel Antisipasi Gangguan Kamtibmas Selama Ramadan
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas sosialisasi Ikasandi yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh BSSN pada 19 Februari 2026.
“Sosialisasi Ikasandi sebagai tindak lanjut agar kabupaten kota dapat memahami secara detail instrumen-instrumen dalam penilaian tersebut. Mengingat ini masih di awal tahun, kita berharap 13 kabupaten kota dapat segera melengkapi instrumen yang dibutuhkan sehingga penilaian dapat dilakukan secara serentak seperti tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ikasandi merupakan instrumen baru dalam penilaian keamanan siber dan sandi. Jika sebelumnya pengukuran hanya menggunakan Indeks keamanan informasi, kini terdapat tambahan instrumen Ikasandi sebagai penguatan evaluasi tingkat kematangan keamanan siber di instansi pemerintah daerah.

Baca juga: Gempa 7,1 Guncang Sabah Malaysia, Guncangan Terasa di Nunukan dan Tarakan
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2021 tentang BSSN, serta Peraturan BSSN Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pengukuran Tingkat Kematangan Keamanan Siber.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengamanan informasi dan meningkatkan kualitas tata kelola keamanan siber dan sandi, guna mendukung terwujudnya pemerintahan berbasis elektronik yang andal dan aman. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
-
HEADLINE21 jam yang laluAlasan Kesehatan, Wakil Wali Kota Wartono Ajukan Pengunduran Diri
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluPemkab Banjar Serahkan Bantuan Mesin dan Perlengkapan Pemadam untuk 75 BPK
-
HEADLINE23 jam yang laluPenampang Saluran Drainase di Ahmad Yani Km 33,5 Tak Mampu Tampung Air
-
HEADLINE2 hari yang laluKualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJangan Lengah dari Ancaman Karhutla, Bupati Kapuas Perkuat Sinergi Lintas Sektor
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Salurkan Bantuan PPKS Disabilitas Mental dan Korban Anak



