HEADLINE
Hidupkan 86 Bank Sampah di Banjarbaru Upaya Mengurangi Kiriman ke TPA
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kehadiran bank sampah diyakini mampu mengurangi permasalahan sampah di Ibu Kota Kalimantan Selatan.
Pengelolaan sampah dilakukan dari mulai rumah tangga ini mampu menjawab tantangan seiring pertumbuhan penduduk di Kota Banjarbaru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni menegaskan pentingnya langkah pengelolaan sampah dari sumber awal, di tengah tantangan lingkungan yang terus meningkat.
Dia menilai partisipasi masyarakat sudah mulai membaik pascawabah Covid-19 yang banyak membuat bank sampah di Banjarbaru mati suri.
Baca juga: Haul ke-10 KH Muhammad Qori, Penyusun Buku Risalah Penyelengaraan Jenazah
“Tentu saja ini harus kita hidupkan lagi seiring dengan target dari pengolahan sampah 30% bisa terkurangi, dan 70% itu terkelola atau tertangani,” ungkap Sirajoni, Selasa (16/9/2025).
Sirajoni menyebut di Banjarbaru memiliki dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ada yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalsel. yakni TPA Banjarbakula.

Kepala DLH Kota Banjarbaru Sirajoni. Foto : wanda
“Sedangkan TPA Gunung Kupang adalah TPA yang dikelola oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, luasan TPA-nya masih cukup. Saya pikir beberapa tahun ke depan masih bisa menampung sampah di sana,” jelas dia.
Sirajoni meyakini TPA Gunung Kupang yang dimiliki Banjarbaru masih cukup untuk menampung sampah-sampah masyarakat dan lingkungan dalam 5 tahun ke depan.
Baca juga: Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia 2026 Berlanjut ke Yogyakarta
“Luasnya ada di 17 hektare, sudah terpakai itu kurang lebih sekitar 12 hektare, jadi sekitar 5 hektare lagi yang masih bisa kita gunakan,” sebutnya.
Dengan konsep berundak, pemilahan sampah melalui bank sampah, membuat TPA yang ada di Kota Banjarbaru cukup menampung sampah lebih dari lima tahun ke depan.
“Kita harus berupaya, agar pengolahan sampah itu kita tangani di lingkungan masyarakat,” tegas Sirajoni.
“Temasuk dengan pembangunan 86 bank sampah yang baru di Kota Banjarbaru, sehingga sampah yang ke TPA itu bisa sekitar 50 ton ataupun bisa mungkin di sana sekitar 20-30 ton yang dibuang ke TPA,” tambahnya.
Untuk menambah semangat masyarakat dalam mengelola sampah, Pemerintah Kota Banjarbaru berencana memberikan insentif bagi pengurus bank sampah.
Baca juga: Bupati HSU : Keterbukaan Informasi Publik Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
“Tentunya kita juga harus memberikan stimulan kepada pengurus bank sampah di mana perbulannya kita berikan dana insentif yang memang tidak besar, tapi saya pikir cukup untuk memberikan motivasi kepada warga, ” tutupnya
Keberadaan bank sampah ini pula tidak hanya menekan jumlah sampah domestik atau rumah tangga, tetapi juga membawa berkah bagi warga karena sampah yang dipilah bisa dijual ke bank sampah. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluInstruksi Wali Kota Lisa Putar Lagu Indonesia Raya Setiap Hari
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluLima Jembatan Rusak di Banjarmasin akan Diperbaiki
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab – DPRD Kapuas Sinkronkan Agenda Sidang 2026
-
DPRD KAPUAS2 hari yang lalu10 Raperda Mulai Dibahas DPRD Kapuas, Pansus LKPj dan Raperda Dibentuk
-
Pemprov Kalsel3 hari yang laluCek Program REDD+ di Cempaka, Ini Kata Kadishut Kalsel
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluPersiapan Peringatan 500 Tahun Kota Banjarmasin





