Connect with us

RELIGI

Haul ke-886 Syeikh Abdul Qadir Al Jilani di Antasan Senor Ilir

Diterbitkan

pada

Haul ke-886 Syeikh Abdul Qadir Al Jilani di Majelis Sabilal Anwar Al Mubarak Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Sabtu (18/10/2025) pagi. Foto: ahmad mursyidi

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Peringatan Haul ke-886 Syeikh Abdul Qadir Al Jilani digelar di Majelis Sabilal Anwar Al Mubarak Gang Hidayah, Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, pimpinan KH Muhammad Syukri bin Unus -Abuya Syukri-, Sabtu (18/10/2025) pagi.

Manaqib alias riwayat hidup Syeikh Abdul Qadir Al Jilani disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nur bin KH Muhammad Syukri bin Unus, putra Abuya Syukri.

“Syeikh Abdul Qadir Al Jilani adalah kutub di negeri Baghdad berbangsa Quraisy. Abdul Qadir bin Abi Sholeh bin Janaky Dausat bin Abi Abdillah Abdullah bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah bin Musa Al-Huzy bin Abdullah Al-Himsh bin Al-Hasan bin Al-Mutsanna bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Tholib RA.

Baca juga: Suhu Tinggi Akibat Gerak Semu Matahari dan Monsun Australia, Begini Penjelasan Akademisi Geografi ULM

Dari jalur ibu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani bin Fatimah binti Sayyid Abdullah Sauma’i dan merupakan keturunan dari Sayyidina Husain, cucu Nabi Muhammad SAW.

Sementara dalam muizoh hasanah Habib Ismail bin Abdullah Al Habsyi dari Gresik mengisahkan tentang Syekh Abdul Qadir pergi bersama dua temannya, Ibnu Saqa dan Abdullah Ibnu Abi ‘Usrun, untuk mengunjungi seorang wali yang terkenal yaitu Syeikh Yusuf Al Hamdani.

“Ibnu Saqa adalah orang alim dan faqih, ia bilang kepada Syekh Abdul Qadir kita ingin berkunjung kepada Syeikh Yusuf Al Hamadani yang ceritanya menyebar di negeri ini. Saya penasaran ini benar aulia Allah atau tidak, kalau benar ini aulia Allah saya sudah mempersiapkan pertanyaan berkaitan dengan fiqih, kalau beliau bisa menjawab saya percaya kalau tidak saya mundur, kemudian menoleh ke Abdullah Ibnu Abi ‘Usrun lalu berkata kalau kamu gimana, jawab Abdullah sama, hanya begitu saja.

Baca juga: Panas Menyengat Disusul Hujan BMKG Kalsel Ungkap Penyebabnya

“Ketika menoleh ke Syekh Abdul Qadir dijawab Syekh Abdul Qadir saya datang kepadanya karena cinta, takjim dan tabaruk tidak ada niat apa-apa selain itu,” lanjut Habib Ismail.

Masih kata Habib Ismail sebelum mereka berkata Syeikh Yusuf Al Hamadani sudah tahu niat masing-masing mereka dan menjawab satu persatu dengan dalil yang lengkap serta mengatakan bahwa Syeikh Yusuf Al Hamadani melihat Ibnu Saqa celaka yang ada dikeningnya dan di kemudian hari meninggal dalam keadaan Nasrani.

“Kemudian Abdullah Abi Usrun akan terjerat oleh urusan duniawi dan tidak bisa keluar dari urusan itu. Sedangkan Syekh Abdul Qadir dikatakan seluruh pundak aulia Allah berada di telapak kakinya dan mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah,” kata Habib Ismail.

Baca juga: Suhu Udara Menyengat di Kalsel, BMKG Ungkap Penyebabnya

Habib Ismail mengatakan ciri orang tercela ia dimudahkan bertemu aulia, namun dia tidak menjaga kehormatannya, justru menyakitkan hatinya Aulia Allah tersebut.

“Maka kita jaga, jangan sampai hati aulia Allah tersakiti gara-gara kita, harus takjim,” kata Habib Ismail.(Kanalkalimantan.com/ahmad mursyidi)

Reporter: ahmad mursyidi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca