Connect with us

Infografis Kanalkalimantan

Hari Peduli Autisme Sedunia 2026, Autisme Bukan Penyakit

Diterbitkan

pada

Hari Peduli Autisme Sedunia ditetapkan dan dinamai oleh PBB pada tahun 2007 dan dianggap sebagai langkah penting menuju pengakuan global dan kesempatan yang setara. Grafis: rideka/kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM – Diperingati setiap tanggal 2 April, tujuan Hari Peduli Autisme Sedunia adalah untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk sekolah, tempat kerja, organisasi perawatan kesehatan, dan yang lebih penting, individu autis, menjadi suara dan pengalaman mereka. Program dan kampanye kesadaran seperti ini tidak hanya menarik perhatian kelompok pendukung tetapi juga mempromosikan kesempatan yang sama bagi individu autis.

Hari Peduli Autisme Sedunia ditetapkan dan dinamai oleh PBB pada tahun 2007 dan dianggap sebagai langkah penting menuju pengakuan global dan kesempatan yang setara.

Meskipun istilah yang digunakan untuk menyebut hari tersebut mungkin berbeda, misalnya, “hari autisme” , intinya tetap sama. Dengan tema dan tujuan yang berbeda setiap tahunnya, hari tersebut memulai langkah-langkah progresif menuju masyarakat yang lebih memahami.

Baca juga: Wali Kota Lisa Imbau Warga Berhati-hati Gunakan Peralatan Rumah Tangga

 

Hari Peduli Autisme Sedunia: Tema Tahun 2026

Tema yang ditetapkan untuk Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 adalah “Autisme dan Kemanusiaan”, yang menyoroti pemikiran, “Setiap Kehidupan Bernilai.” Setiap tema yang ditetapkan memiliki alasan tersendiri.

Tema Hari Peduli Autisme Sedunia tahun 2026 adalah untuk menegakkan kembali martabat dan kesetaraan bagi individu autis.

Akhir-akhir ini, platform seperti media sosial telah menyebarkan mitos seperti vaksin menyebabkan autisme atau menggambarkan autisme hanya sebagai keterbatasan. Semua ini terjadi ketika lembaga terpercaya seperti Organisasi Kesehatan Dunia telah secara ilmiah membantah mitos-mitos ini.

Baca juga: Api Mengamuk di SDN 1 Lamunti, Ruang Kelas Terbakar

Dalam konteks ini, tema tahun 2026 merupakan seruan yang jelas kepada mereka yang memicu narasi semacam itu dan berkontribusi dalam membatasi nilai, hak, dan potensi setiap individu autis.

 

Apa itu Gangguan Spektrum Autisme (ASD) ?

Sering dicari dengan kata kunci “arti autisme”, Gangguan Spektrum Autisme (ASD) berkaitan dengan bagaimana seseorang berkomunikasi, memahami informasi dari luar, dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Istilah ‘spektrum’ karena gangguan ini tidak berada pada skala linier. Gangguan ini berbeda untuk setiap orang karena orang-orang mengikuti pola berpikir, merasa, dan mengalami kehidupan yang berbeda, tergantung pada pengalaman hidup mereka.

Banyak kasus menunjukkan bagaimana beberapa individu mungkin memiliki masalah dalam berbicara atau berinteraksi, tetapi mereka sangat mahir dalam bidang yang kompleks.

Jadi, pada dasarnya, ini adalah kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi perkembangan otak, bukan penyakit.

Baca juga: Bang Iyal Serahkan Bantuan Kebakaran di Cempaka

 

Jenis-jenis Autisme

DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima) telah mengklasifikasikan Gangguan Spektrum Autisme (ASD) ke dalam beberapa tingkatan. Nah, apa itu Autisme Tingkat 1, Tingkat 2, dan Tingkat 3? Kita akan mengetahuinya di bagian ini.

• Level 1: Mengalami kesulitan saat berinteraksi, misalnya, kesulitan berbicara, tetapi orang yang sama dapat bekerja dan hidup mandiri.

• Level 2: Seseorang mungkin akan kesulitan beradaptasi dengan perubahan rutinitas. Kesulitan ini mudah terlihat.

• Level 3: Tahap ini membutuhkan dukungan terus-menerus. Misalnya, anak yang tidak bisa berbicara mungkin menghadapi dampak tersebut secara berulang, sehingga membutuhkan dukungan yang besar. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca