Connect with us

Kesehatan

Hari Kesehatan Mental Sedunia dari Kaca Mata Praktisi

Diterbitkan

pada

Praktisi Kesehatan Mental, Rimalia Karim (kiri). Foto: Rimalia untuk Kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati tiap tanggal 10 Oktober guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya hal tersebut.

‎Praktisi kesehatan mental, Rimalia Karim memaknai Hari Kesehatan Mental sebagai momentum untuk merefleksikan secara mendalam tentang diri kita serta memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

‎Selama ini, orang banyak menganggap kesehatan mental hanyalah urusan bagi mereka yang benar-benar sudah terluka dan tidak kuat.

‎“Padahal sebenarnya setiap orang punya kebutuhan untuk menjaga keseimbangan emosi, pikiran, dan jiwa mereka,” kata Rimalia, Jumat (10/10/2025).

Baca juga: KH Maman Imanulhaq Bawa Mahasiswa Kunjungi PCNU Kabupaten Banjar

‎Momentum ini juga dapat menyadarkan masyarakat apabila merasa tidak baik-baik saja secara batin maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional.

‎Kesehatan mental bukan hanya soal mengatasi stres atau depresi melainkan bagaimana kita hidup dengan lebih sadar mengingat akar permasalahan bermula pada kehidupan yang tidak sadar.

‎“Juga bagaimana kita bisa hidup lebih
‎damai dan lebih punya kasih sayang dan empati,“ ungkap Rimalia.

‎Bagi Rimalia, Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi alarm bahwa kesehatan mental bukan pertanda bahwa kita lemah. Justru itu adalah tanda bahwa kita ingin tumbuh, berkembang, dan menghargai diri sendiri.

Baca juga: Sekda Kapuas Pimpin Rakor Pencegahan Korupsi

‎Sejatinya, orang tak akan mencapai level sehat secara utuh apabila batin masih menyisakan luka dan tekanan yang belum selesai. Lantas, peduli akan kesehatan mental bisa jadi langkah awal untuk mengenal diri lebih dalam.

‎“Menerima apa yang tidak baik-baik saja pada diri kita,menerima luka kita, dan menemukan kembali jalan untuk pulih, untuk menjadi pribadi yang
‎utuh,” jelasnya.

Kerja Sama Antar Elemen Adalah Kunci Dalam Mendukung Kesehatan Mental

‎Dukungan terhadap kesehatan mental mestinya dilakukan secara menyeluruh oleh berbagai pihak mulai dari individu, keluarga, sampai pemerintah.

Baca juga: Film “Kulminasi Misbach Tamrin” Meriahkan Madani International Film Festival 2025

‎Dari sisi individu misalnya, upaya kita cukup dengan mengenali diri sendiri. Pertanyaannya, seberapa kenal kah kita dengan diri sendiri?

‎Berdasarkan survei, ada sebanyak 87% mahasiswa di Indonesia yang merasa salah jurusan. Hal ini menjadi pertanda bahwa banyak dari mahasiswa tersebut yang belum mengenal diri pribadi secara utuh.

‎Menurut Rimalia, mengenal diri sendiri baik dari segi emosi dan kebutuhan batin adalah faktor penting yang sangat membantu ketika Ia menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

‎“Banyak orang ‎mengalami tekanan karena dia tidak terbiasa menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan,” ujarnya.

‎Untuk menanggulanginya cukup dengan melakukan hal sederhana misalnya mindfulness dan journaling agar memberikan ruang kepada kita untuk curhat.

Baca juga: Loteng Rumah di Komplek Luthfia Tunggal Terbakar 

‎“Ternyata ini sangat luar biasa bisa membantu seseorang terhubung lebih dalam dirinya sendiri sampai dia menemukan kesadaran,“ terang Rimalia.

‎Sementara dari sisi keluarga, upaya yang bisa dibuat adalah menciptakan budaya saling mendukung sehingga tercipta ekosistem positif di dalamnya.

‎“Bagaimana keluarga bisa menjadi ruang dan tempat yang aman bagi siapapun ketika mereka ingin bercerita tanpa takut dihakimi,” tukasnya.

‎Terakhir, untuk pemerintah sendiri dapat lebih mempermudah akses layanan kesehatan mental yang masih terdengar asing bagi masyarakat.

‎Layanan yang dimaksud bisa berupa pelatihan dukungan psikologis dasar yang aksesnya bukan diperuntukkan kepada masyarakat awam.

Baca juga: PPWK, Organisasi Penggerak Kesadaran Masyarakat Tentang Ideologi Bangsa

‎”Masyarakat maunya juga mencari tempat pertama yang bisa didatangi ketika seseorang butuh untuk didengarkan,“ ucap Rimalia.

‎Dengan demikian, hal yang paling dibutuhkan seseorang itu bukan nasehat belaka tapi lebih kepada bagaimana mereka didengarkan dan diterima tanpa penilaian. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca