Infografis Kanalkalimantan
Hari Anak Sedunia 2025: “Hariku, Hakku”
KANALKALIMANTAN.COM – Hari Anak Sedunia adalah hari aksi global UNICEF untuk anak-anak, oleh anak-anak, yang menandai diadopsinya Konvensi Hak-Hak Anak pada tanggal 20 November. Di seluruh dunia, anak-anak bangkit dan berbicara tentang kehidupan, harapan, dan hak-hak mereka.
Sejak matahari terbit, anak-anak terbangun di dunia yang dibentuk oleh pilihan-pilihan yang tidak mereka buat. Namun, setiap anak, di mana pun, juga bangun dengan hak-hak mereka. Termasuk hak untuk dilindungi, untuk belajar, dan untuk didengarkan suaranya.
Mengutip dari situs UNICEF pada Rabu, 19 November 2025, tahun ini PBB menggagas Hari Anak Sedunia dengan tema “My Day, My Right”.
Baca juga: Ramah Tamah dan Lomba GTK 2025 Kabupaten Kapuas
Tema ini sekaligus menandai peringatan Konvensi Hak Anak yang diselenggarakan tahun 1989 silam. PBB mengajak seluruh masyarakat, sekolah, dan lembaga terkait untuk mendukung masa depan anak-anak di seluruh dunia.
Selain itu, tahun ini PBB juga mendorong masyarakat di seluruh dunia untuk aktif mendengarkan anak-anak. Mulai dari perjalanan hidup anak hingga bagaimana hak-hak mereka ada dan selalu diupayakan agar tidak hilang. Dengan begitu, pemberdayaan anak menjadi tanggung jawab bersama agar hidup anak lebih sejahtera.
PBB mengingatkan bahwa peran orangtua sangat krusial dalam perkembangan pendapat anak. Dalam hal ini, anak-anak tentunya sangat mengandalkan tuntunan dan dukungan dari orangtua mereka. Dengan menciptakan lingkungan yang aman, orangtua telah membentuk generasi pemimpin, pemikir, dan penggerak untuk masa depan.
Baca juga: Forkopimda Berikan Materi Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kamtibmas
Penting Untuk Mendengarkan Anak-Anak
Membangun Kepercayaan Diri dan Harga Diri
Anak akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi ketika dirinya merasa didengarkan. Hal ini menunjukkan bahwa apapun pikiran dan ide mereka tetap berharga.
Mendorong Pemikiran Kritis
Dengan mendengarkan anak, kemampuan berpikir kritis mereka akan meningkat. Sehingga mereka dapat memecahkan masalah dan berpikir mendalam tentang dunia.
Memelihara Kreativitas
Mendengarkan pendapat anak juga menjadi dukungan kebebasan untuk mengekspresikan ide mereka soal masa depan. Dengan ini, anak menjadi lebih kreatif dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam hidup.
Memperkuat Ikatan Keluarga
Anak juga merasa lebih percaya kepada orangtua ketika dirinya merasa didengarkan. Hal ini menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak menyampaikan impian, kekhawatiran, dan idenya kepada orang lain. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
-
HEADLINE3 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar
-
Kabupaten Kapuas20 jam yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Serahkan KHBS dan Bantuan Pangan ke Warga Mantangai
-
Bisnis18 jam yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel





