Connect with us

HEADLINE

Gubernur Kalsel Minta Pengembalian Benda Bersejarah dari Belanda

Diterbitkan

pada

Gubernur Kalsel H Muhidin menerima kunjungan kerja Kedubes Belanda untuk Indonesia yakni Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar, Andriaan Palm ke Kalsel, Senin (5/10/2026) siang. Foto : Septian Saputra/Biro Adpim

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta penjelasan Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda untuk Indonesia soal keberadaan kepala atau tengkorak Demang Lehman di Museum Leiden, Belanda, dan meminta dikembalikan ke Kalsel.

Permintaan pengembalian tengkorak kepala tokoh Kesultanan Banjar dan sejumlah benda bersejarah lainnya itu sesuai aspirasi tokoh dan masyarakat Kalsel yang sejak lama menginginkannya.

Permintaan langsung itu diutarakan Gubernur Kalsel saat menerima kunjungan kerja Kedubes Belanda untuk Indonesia yakni Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar, Andriaan Palm ke Kalsel, Senin (5/10/2026) siang, di rumah dinas Gubernur Kalsel di Banjarmasin.

Gubernur Kalsel H Muhidin menerima kunjungan kerja Kedubes Belanda untuk Indonesia yakni Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar, Andriaan Palm ke Kalsel, Senin (5/10/2026) siang. Foto : Septian Saputra/Biro Adpim

Baca juga : ‎Bupati HSU Mengajak Alim Ulama Bersinergi Menekan Stunting

Sekadar diketehui Demang Lehman merupakan panglima perang Kesultanan Banjar yang ditangkap dan dihukum gantung pada 27 Februari 1864. Dan bagian kepalanya dibawa ke Belanda oleh Van den Bossche pada tahun 1867.

Benda bernulai sejarah lain yang dimintakan Gubernur Kalsel kepada Pemerintah Belanda adalah intan milik Sultan Adam yang diambil Belanda dan tersimpan di Rijksmuseum Amsterdam, Belanda, sejak tahun 1875.

Menanggapi permintaan tersebut, Andriaan Palm mempersilakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melayangkan surat resmi ke Kedutaan Belanda. Dan mengirimkan surat berisi permintaan yang sama melalui Menteri Kebudayaan RI yang dikabarkan akan melakukan kunjungan kerja ke Belanda dalam waktu dekat.

Baca juga : Pembangunan Markas Kodam Lambung Mangkurat di Banjarbaru Capai 57,9 Persen

Dalam hal ini, Gubernur Kalsel langsung memerintahkan Sekretaris Daerah Provinsi untuk membuat surat permohinan agar bisa diproses secepatnya.

Pertemuan Gubernur Kalsel dengan Kedubes Belanda turut dihadiri Sekdaprov, Muhammad Syarifuddin, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Galuh Tantri Narindra, Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rahim, Kepala Biro Pemerintahan Sekdaprov Rospana Sofian, Kepala Biro Organisasi Sekdaprov Nasrullah, dan anggota Tim Ahli Gubernur (TAG) Nurul Fajar Desira.

Topik lain yang dibahas dalam pertemuan adalah tawaran kesediaan pihak kedubes Belanda membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel jika perlukan pemerintah provinsi.

Baca juga : Berprestasi di Tingkat Nasional, Bupati Banjar Beri Penghargaan kepada Pesilat Asal Martapura

Gubernur H Muhidin menyambut positif tawaran yang disampaikan. Namun, diingatkan bahwa Karhutla di Kalsel sebagian besar terjadi di kawasan lahan gambut yang perlu cara khusus untuk memadamkannya dan terbilang sulit dikendalikan.

Selain itu, penanganan atau pengelolaan lahan juga tidak gampang, karena status kepemilikan adalah hak warga, termasuk lahan pertanian dan perkebunan yang terkena Larhutla.

Baca juga : Khat Digital Warna Baru di MTQ XIX Tingkat Kabupaten Balangan

Gubernur Kalsel juga menawarkan kerjasama dengan Pemerintah Belanda dalam hal kelanjutan pengelolaan Waduk Riam Kiwa jika sudah selesai dibangun.

Pemerintah sebut gubernur, saat ini hanya membiayai proyek pembangunan waduknya, bagaimana airnya nanti dialirkan atau dikelola ke masyarakat, itu bisa dikerjasamakan. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter : kk

Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca