Connect with us

HEADLINE

Ditinggal Mundur Aditya, Ada Potensi Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong  

Diterbitkan

pada

Prof Dr Budi Suryadi, dosen Fisip ULM Banjarmasin. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sikap politik mengejutkan Aditya Mufti Ariffin mundur dari kontestasi politik di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarbaru membuat pertanyaan banyak pihak. Ini dikarenakan, selama hampir setahun, Ovie -sapaannya- yang berduet dengan AR Iwansyah telah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, guna menantang petahana Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan.

Dihubungi pada Selasa (16/6/2020) pagi, akademisi sekaligus pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Prof Dr Budi Suryadi mengakui pengunduran diri Ovie terkesan sangat mendadak.

Menurutnya, fenomena mundurnya mantan anggota DPR RI dua periode ini sebagai bakal calon (balon) wali kota ini sangat menarik.

“Tentunya, dimana balon sudah banyak berkampanye yang secara tegas akan ikut berpartisipasi dalam pemilihan wali kota Banjarbaru. Ibaratnya investasi politik yang cukup besar sudah dijalankan oleh balon tersebut selama satu tahun,” kata Budi.



Ditambahkan guru besar di FISIP ULM ini, alih-alih karena pandemi Covid-19 yang menjadi alasan dasar Ovie untuk tidak melanjutkan perjalanannya dalam Pilwali Banjarbaru, tetapi pertimbangan rasionalisasi politik lebih menjadi alasan utama kemunduran balon tersebut. Artinya, rasionalisasi politik dimana Ovie sudah memperhitungkan kerugian jika terus melanjutkan menjadi balon wali kota Banjarbaru.

Baca juga: Jejak Aditya Sebelum ‘Pamit’ di Pilkada Banjarbaru, dari Gerilya Politik hingga Rekomendasi!

 “Itu sudah menjadi hak si balon. Tentu bagus saja langkah itu bagi balon tersebut,” lugas dosen Ilmu Pemerintahan FISIP ULM ini.

Ditanya soal ketidakhadiran balon wakil wali kota AR Iwansyah yang menjadi pasangan Ovie, Budi menyebutkan bahwa pengunduran diri ini tidak sepaket. “Kemungkinan besarnya beliau (Iwansyah) tidak akan mencalonkan lagi karena mengikuti garis parpol (Golkar, red),” ucap Budi.

Baca juga: Belum Sikapi Mundurnya Aditya dari Kontestasi, Tapi Ketua PDIP Banjarbaru Sebut Nama Nadjmi-Jaya

Sehingga, jika seandainya pengunduran diri Ovie sepaket, dalam artian lain balon pendamping AR Iwansyah juga turut serta mengundurkan diri, otomatis Pilwali Banjarbaru akan diikuti oleh dua pasangan balon. Yaitu petahana Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan dan penantang dari jalur perseorangan Edy Saifuddin-Astina Zuraidah.

Baca juga: Buntut Aditya Mundur dari Pilwali Banjarbaru, Golkar Tarik Dukungan Alihkan ke Nadjmi

Apalagi, semenjak dikeluarkannya PKPU Nomor 5 Tahun 2020 dan dimulainya kembali tahapan Pilkada serentak sejak 15 Juni 2020, atau hanya butuh waktu enam bulan saja menjelang dilaksanakannya Pilkada serentak. Budi melihat, sangat tidak mungkin akan muncul balon wali kota dan wakil wali kota baru dengan tenggat waktu yang cukup sempit ini.

“Sepertinya tidak akan muncul balon lain, karena terlalu dekatnya tahapan Pilkada beberapa bulan lagi,” katanya.

Baca juga : BREAKING NEWS. Mendadak Aditya Mundur dari Pilwali Banjarbaru

Diakuinya, Pilwali Banjarbaru bisa saja diikuti oleh kedua pasangan itu. Namun, jika calon perseorangan Edy-Astina terkendala administrasi dukungan, Budi memprediksi hanya akan ada calon tunggal di Pilwali Banjarbaru.

“Kemungkinan besar mengarah ke sana (calon tunggal), jika gagal disyarat dukungan. Melawan kotak kosong bukan berbahaya, tetapi tidak elegan di politik apalagi sampai kalah,” tandas Budi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->