Kabupaten Pulang Pisau
Dijanjikan Seragam, Gaji Satgas Pemadam Dipotong Pegawai BPBD Pulpis
PULANG PISAU – Setelah beberapa bulan berjibaku memadamkan api, puluhan Satgas Karhutla Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis mendapat perlakuan kurang mengenakan. Yakni kabar akan diberhentikannya tugas mereka seiring memasuki musim hujan. Tidak sampai disitu, rupanya honor yang menjadi hak pada satuan tugas yang bekerja rupanya mendapat potongan dari Tekson, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Operasi BPDB Pulang Pisau.
“Sesuai SK honor kami itu 145 ribu per hari dengan rincian Rp 100 ribu honor dan Rp 45 ribu untuk makan. Oleh oknum Kabidnya kami waktu itu diarahkan makan di satu warung dengan pemotongan Rp 45 ribu tadi. Kami memang awalnya setuju saja. Namun baru 10 hari di lapangan, kami ditarik ke Pos Induk atau satgas BPBD. Artinya kami hanya makan 10 hari saja. Tapi setelah 20 hari kemudian saat gajihan kami kaget, rupanya honor kami tetap di potong yang 10 hari waktu di pos Induk itu, padahal kami kan makan di warung yang ditunjuk hanya 10 hari saja,” ungkap Y, salah satu petugas pemadam Satgas Karhutla yang meminta namanya disamarkan.
Sama seperti Y, OKA juga petugas pemadam yang tergabung dalam Satgas BPBD juga punya kisah lain. Menurutnya sekitar bulan Agustus, saat awal perekrutan semua Anggota Satgas sebanyak 60 orang di lakukan pemotongan dari honor yang di terima oleh Tekson.
“Katanya uang itu untuk pembuatan baju seragam, di potong Rp 200 ribu per orang sebanyak 60 orang. Namun sampai saat ini kami belum terima seragam yang dimaksud. Bahkan kabarnya pun tidak ada. Padahal waktu itu tidak semuanga setuju buat seragam, apalagi bulan ini kontrak kami berakhir,” keluh Oka.
Di konfirmasi terpisah, Tekson, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Operasi BPDB Pulang Pisau mengaku jika pemotongan memang dilakukan untuk pembuatan baju kaos anggota Satgas Karhutla BPBD Pulang Pisau. Namun menurutnya pemotongan dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Sebelumnya memang ada kesepakatan yang dibuat bersama rekan-rekan satgas Karhutla. Untuk pembuatan baju itu sekarang sudah proses, Minggu depan sudah selesai. Memang saya akui proses perubahan bordir pembuatan baju itu kurang disampaikan ke satgas makanya sempat terjadi protes,” kata Tekson.
Sementara itu terkait pemotongan untuk biaya makan, dikatakan Tekson juga sesuai dengan kesepakatan. Dirinya membantah melakukan pemotongan di luar ketentuan. Sebab biaya yang di bayarkan ke warung menurutnya sudah sesuai dengan jumlah tagihan.
“Kan yang mengelola warung itu sudah ada, dia yang menyediakan keperluan satga di lapangan. Karena belum gajihan jadinya mereka bon dulu lalu nanti di potong saat gajihan,” ujarnya. ( Sjy).
Editor : chell
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPenataan Blok Pasar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi
-
HEADLINE2 hari yang laluDari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Soroti Pengelolaan Taman CBS
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Dorong Kerjasama Solid Antar ASN dalam Pembangunan Daerah
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluTMMD Ke-127 Dimulai, Bupati HSU: TNI Berperan Aktif Percepat Pembangunan Pedesaan
-
HEADLINE1 hari yang laluASN Bisa WFA dan Cuti Bersama hingga Dua Minggu, Begini Skemanya


