Connect with us

HEADLINE

Depresi, Perempuan di Loktabat Akhiri Hidup Secara Sadis!

Diterbitkan

pada

Kasus bunuh diri terjadi di Banjarbaru, Selasa (3/5/2022). Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hari kedua lebaran warga Jalan Sukarelawan Gang Al Jauhar RT 024 Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, digegerkan temuan wanita bersimbah darah di rumahnya, Selasa (3/5/2022).

Diketahui mayat bernama Mariyati (57) mengakhiri hidupnya dengan manyayat lehernya menggunakan senjata tajam. Diduga bunuh diri itu dilakukan akibat depresi pasca terpapar Covid-19 dan sering mengeluhkan sakit atau tidak bisa tidur.

Relawan PMI Kota Banjarbaru, Ahmad Rasyid Ridha mengungkapkan, berdasarkan hasil dari identifikasi pihak kepolisian diketahui pelaku murni bunuh diri dan sudah membuat surat pernyataan bermaterai dengan pihak keluarga.

“Dari keterangan pihak keluarga korban yang mendampingi ke RS, diperoleh keterangan bahwa korban sebelumnya memang mengalami depresi pasca terpapar virus Covid-19 dan sering mengeluh sakit atau tidak bisa tidur,” terangnya.

 

Baca juga : Cara Ekstrem Mobil Sejuta Umat Turun dari Kapal

Hal ini juga berdasarkan identifikasi antara Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Banjarbaru Utara Iptu Agus Aprianto bersama Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Banjarbaru bahwa di tubuh pelaku ditemukan satu mata luka di bagian leher depan dengan lebar 2 cm kedalaman 4 cm.

Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas AKP Tajudin Noor membenarkan ihwal penemuan mayat tersebut.

Diketahui, korban tewas bernama Mariyati (57). Ia ditemukan tak bernyawa oleh anaknya sendiri MA (21).

Diceritakan AKP Tajudin Noor, pada Selasa (2/5/2022) sekira pukul 23.55 Wita, MA sedang berada di teras rumah bersama dengan teman-temannya. Lalu, sempat berbicara dengan ibunya.

Saat itu, Mariyati mengatakan kepada MA bahwa ingin tidur, kemudian masuk kamar dan bertemu dengan suaminya S (68).

Kronologi Temuan 

Sebelumnya pada Senin (2/5/2022) sekira pukul 23.55 Wita diketahui anak Mariyati yang berada di teras rumah bersama teman-teman sempat berbicara dengan sang ibu. Kemudian, sang ibu berbicara ingin tidur dan masuk dengan suaminya.

Keesokan harinya, Selasa (3/5/2022) MA bangun sekitar pukul 11.00 menemukan ceceran darah dan mengikuti ceceran darah tersebut dan mendapati ibunya meninggal dunia dengan bersimbah darah di ujung dapur rumahnya.

Baca juga  : Suzuki Tiba-tiba Umumkan Mundur dari MotoGP Setelah Musim 2022 Berakhir

Kemudian anaknya melaporkan ke ayahnya dan ke tetangga terdekat untuk minta tolong menghubungi anggota Bhabinkamtibmas. Sekitar pukul 12.15 Wita Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Banjarbaru melakukan olah TKP.

Sekitar pukul 13.19 Wita jasad Mariyati dibawa ke RS Idaman Kota Banjarbaru dengan ambulans Masjid Nurul Iman.

Hasil dari pemeriksaan itu, ditemukan 1 mata luka di bagian leher depan dengan lebar 2 cm dan kedalaman 4 cm. Sedangkan di bagian tubuh lain tidak ditemukan mata luka.

Sementara informasi didapat dari pihak keluarga yang mendampingi ke RS, diperoleh keterangan bahwa Mariyati sebelumnya memang mengalami depresi pasca terpapar Covid-19 dan sering mengeluh sakit hingga tidak bisa tidur.

Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, disimpulkan bahwa pihak keluarga menerima dengan ikhlas kejadian ini.

“Bahwa dari pihak keluarga korban telah menguatkan dengan membuat pernyataan yang bermaterai dan telah ditanda tangani,” tuntas Kasi Humas Polres Banjarbaru.

CATATAN REDAKSI : Berita ini bukan untuk menginspirasi terjadi kasus serupa. Jika ada di antara pembaca, maupun kerabat yang mengalami problem serupa terkait depresi atau problem mental akut, segera konsultasi ke psikolog, puskesmas, maupun saudara terdekat. (kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : cell


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca