Kalimantan Selatan
Datangi Dua SPBU Stok Pertamax Habis
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ketersedian Bahan Bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, dikeluhkan warga.
Dalam dua pekan terakhir BBM jenis Pertamax makin hari kian sulit diperoleh.
Salah satunya dirasakan ibu Beno, warga Banjarbaru yang ingin mengisi BBM tapi saat masuk ke SPBU 65.707.02 Jalan Trikora Kota Banjarbaru, ketersediaan BBM jenis Pertamax habis, Rabu (19/11/2025).
Baca juga: Dalang Tipu-tipu Mafia Tanah di Kalsel Diungkap Polisi
Karena tidak kebagian, dirinya terpaksa membeli Pertamax di penjual eceran, padahal biasanya dirinya mendapatkan BBM di SPBU dekat Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru itu.
“Jangan lama lah langkanya, mudah-mudahan cepat ada, karena sekarang terpaksa beli di eceran kalau gak ada di SPBU,” aku ibu Beno.
Salah satu SPBU pantauan Kanalkalimantan, Rabu (19/11/2025) siang, terlihat pembeli Pertamax silih berganti memasuki area jalur pengisian Pertamax, namun kembali dengan tangan kosong.
Hartono, warga Kelurahan Guntung Paikat mengaku sudah berusaha mencari Pertamax di dua SPBU, tapi stok habis.
Baca juga: Pertamax Langka di SPBU-SPBU se Banjarbaru, 3-4 Jam Langsung Habis
“Dua SPBU sudah dicari, tetap kosong mulai pagi tadi,” ujar warga Banjarbaru yang kesulitan mencari BBM jenis Pertamax.
Hartono mengaku baru kali ini menemui Pertamax yang sulit dicari karena biasanya dirinya lebih memilih mengisi Pertamax karena antrean sepi.
Sementara itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel disikapi dengan menekankan agar pengawasan tangki penampungan BBM di SPBU dilakukan secara rutin.
Baca juga: Kasus Uang Rp2,6 Miliar ‘Lenyap’: Belum Lapor Polisi, Bendahara Dinkes Masih Hilang

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Kalsel, Ir H Endarto. Foto: wanda
Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto melalui Kepala Bidang Energi Ir H Endarto, mengatakan, dalam upaya menjaga kualitas dan kemurnian BBM yang beredar di masyarakat.
“Tangki penampungan di SPBU bisa di cek kembali, bisa saja air hujan masuk, siapa yang tahu, ini bisa terjadi. Untuk itu pengawasan sangat penting dilakukan,” tegas dia.
Menurutnya langkah pengawasan penting dilakukan guna memastikan BBM yang di salurkan ke konsumen tetap sesuai standar dan tidak tercampur dengan bahan lain seperti air atau kotoran yang dapat menurunkan mutu maupun merusak mesin kendaraan.
Di samping itu dirinya juga menekankan kepada PT Pertamina agar segera melakukan pengolahan data aduan terperinci.
“Menganalisa penyebabnya untuk mengambil langkah-langkah kedepannya agar tidak meresahkan masyarakat,” tutupnya.
Sejumlah SPBU telah menyediakan layanan aduan melalui nomor telepon cepat guna menindaklanjuti keluhan-keluhan di masyarakat.(Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluIni Prakiraan Kondisi Cuaca Kalsel dalam Sepekan ke Depan
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluPAD Kalsel 2025 Capai Rp10,94 Triliun
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluCek Kondisi Kolam Renang Idaman Terkini, Ini Respon Komisi III DPRD Banjarbaru
-
Ekonomi2 hari yang laluKetua OJK: Pengaduan Scam Tak Boleh Berbelit
-
NASIONAL2 hari yang laluOJK Kembalikan Dana Korban Scam Rp161 Miliar
-
HEADLINE2 hari yang lalu18 Adegan Rekontruksi Mantan Polisi Habisi Mahasiswi



