Kota Banjarbaru
Cuaca Hambat Pengerjaan Perbaikan Jalan Sukamara Liang Anggang
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru ungkap penyebab mandek pekerjaan proyek rehabilitasi ruas Jalan Sukamara di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang.
Sejak kontrak dimulai pada 20 Oktober 2025, oleh pihak kontraktor pelaksana disetujui konsultan pengawas sejumlah bagian jalan sudah mulai dibongkar.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Banjarbaru, Adi Maulana menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan jalan di Sukamara menggunakan metode pekerjaan patching atau penambalan lubang jalan.
Baca juga: Optimalkan Pemanfaatan Aplikasi SITB, Dinkes Kapuas Perkuat Validasi Data Program TB
“Memang pada bagian-bagian jalan yang rusak di jalan tersebut dilihat per jenis kerusakan,” ungkap Kabid Bina Marga DPUPR Banjarbaru, Adi Maulana.
Adi Maulana menjelaskan, apabila kerusakan jalan terjadi di bagian aspal maka pekerjaan teknik patching hanya dengan membongkar aspalnya saja, kemudian diganti atau ditutup kembali dengan aspal. Nama item pekerjaan itu ialah perbaikan campuran aspal panas.
“Namun apabila kerusakan bagian jalannya sudah sampai ke perkerasan jalan maka dilakukan pembongkaran, baik di bagian aspalnya dan bagian perkerasannya, kemudian diganti kembali dengan perkerasan yang baru dipadatkan terlebih dahulu baru ditutup aspal,” jelas dia.

Ruas Jalan Sukamara di Kelurahan Landasan Ulin Utara sedang dilakukan rehabilitas oleh Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Jumat (14/11/2025). Foto: wanda
Baca juga: Suara Terhimpit Tambang dari Rantau Bakula yang Tak Pernah Didengar
“Nama item pekerjaannya ialah perbaikan lapis pondasi agregat dan perbaikan campuran aspal panas,” sambungnya.
Adapun saat ini di lapangan, pekerjaan pembongkaran untuk bagian-bagian jalan yang rusak hampir sudah semua dilaksanakan.
“Kemudian kita melakukan pekerjaan perbaikan lapis pondasi agregat atau mengganti agregat lama yang rusak dengan agregat perkerasan baru untuk kemudian dilakukan pemadatan ulang,” ungkap Adi.
Ia mengakui saat ini pihaknya belum bisa menutup perkerasan agregat yang baru dengan perbaikan campuran aspal panas yang baru.
Baca juga: Tanaman Sayur di Kurnia Ujung Terganggu Cuaca Tak Menentu
Kendalanya pengujian kepadatan agregat dengan alat uji sand cone pun ditemukan karena cuaca yang hujan hampir terjadi setiap hari.
“Karena persyaratan uji kepadatan material agegat kondisinya tidak boleh basah atau harus kering agar hasil pengujian bisa akurat atau sesuai untuk memastikan kepadatan dari agregat tersebut,” imbuh dia.
Atas kondisi ini pula pihaknya dengan kontraktor dan konsultan pengawas sudah bersepakat untuk menutup lubang patchingan yang ukuran kecil segera dengan campuran aspal panas.
Sedangkan lubang jalan yang berukuran besar akan kami uji dulu kepadatan agregatnya dengan alat uji sand cone.
Kemudian setelah semua patchingan tertutup dengan campuran aspal panas kemudian akan dilakukan overlay atau pengaspalan ulang pada stasiun-stasiun yang banyak patching.
Baca juga: Jeritan Derita Warga Rantau Bakula Hidup Dihimpit Konsesi Batu bara
“Hal ini berguna untuk menjaga hasil dari patchingan tersebut sekaligus menjaga umur pelayanan dari jalan tersebut,” ungkapnya.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait pengerjaan di lapangan namun secara teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan seperti saya sudah jelaskan di atas,” tutup Adi.
Berdasarkan papan proyek, pemeliharaan jalan berkala tahun anggaran 2025 tersebut dengan nilai kontrak Rp1.852.661.000 dari APBD Banjarbaru tahun anggaran 2025.
Pekerjaan dilakukan selama 60 hari kalender, dan pemeliharaan 180 hari kalender dikerjakan oleh CV Karya Kontruksi Utama sebagai kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawasnya yaitu CV AA Sholeh. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluRencana Jembatan Barito II, Pemprov Kalsel Ikut Menyusun DED
-
NASIONAL3 hari yang laluIni Susunan Upacara Bendera di Sekolah Menurut Aturan Baru 2026
-
Pendidikan2 hari yang laluCara Cek NISN PIP 2026 agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
HEADLINE3 hari yang laluMeta hingga TikTok Digugat karena Picu Kecanduan Remaja
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluPerumusan Kajian Aspek Kualitas Hidup Masyarakat Banjarmasin
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluTerminal Kapuas Terbengkalai, Pemkab Kapuas Siap Jadikan Rest Area Terpadu



