Kabupaten Banjar
Berikan Perlindungan Maksimal terhadap Lahan Pertanian, Pemkab Banjar Gelar Rapat Penataan Ruang
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea memimpin Rapat Forum Penataan Ruang Triwulan III Tahun 2026 di Aula Barakat Lantai 2 Martapura, Rabu (1/7/2026) pagi.
Pada kegiatan yang divelar Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) itu Sekda Banjar didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Anna Rosida Santi serta Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan PUPRP Yudi Riswandi.
Kegiatan tersebut dihadiri Tim Forum Penataan Ruang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kementerian ATR/BPN, serta sejumlah kepala SKPD.
Baca juga: Palu Pimpinan DPRD Banjarbaru Resmi Dipegang Muhammad Syahrial

Forum membahas berbagai kendala dalam proses revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dengan fokus utama pada pengendalian alih fungsi lahan, khususnya lahan pertanian pangan.
Sekda Banjar mengatakan forum tersebut menjadi wadah strategis dalam merumuskan kebijakan penataan ruang yang berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan ketahanan pangan daerah.
“Kita harus bisa memastikan bahwa alih fungsi lahan sawah yang ada tidak mengancam ketahanan pangan daerah kita,” ujar dia.
Dalam rapat itu juga dibahas tindak lanjut surat edaran terbaru Kementerian ATR/BPN yang meminta pemerintah daerah segera merevisi Perda RTRW guna memenuhi target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 87 persen hingga 2029 nanti.
Baca juga: Wabup dan Baznas Banjar Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pingaran Ilir

Untuk mencapai target tersebut, Forum Penataan Ruang sepakat mempercepat proses identifikasi dan inventarisasi lahan yang masuk kategori LP2B agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan pada tahap implementasi.
Pemkab Banjar juga mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi, salah satunya moratorium pengajuan perizinan penggunaan lahan di kawasan yang berpotensi ditetapkan sebagai LP2B.
Anggota forum menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar revisi Perda RTRW dapat diselesaikan tepat waktu sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Banjar.
Melalui forum ini, Pemkab Banjar berharap proses penataan ruang dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan serta mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluKekeringan Mulai Terasa di Cempaka, BPBD Banjarbaru Siapkan Tandon Kirim Air
-
HEADLINE3 hari yang laluTugu Pal 0 Kilometer Banjarmasin Dibuka Nobar Final Piala Dunia
-
HEADLINE2 hari yang laluRekayasa Lalin Penutupan Jalan Veteran Amblas, Pengendara Diminta Tak Menerobos
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluBupati Banjar Lantik 4 Pejabat Baru, Ini Nama-namanya
-
Kabupaten Balangan3 hari yang laluMPLS di Balangan Diisi Materi Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana
-
Bisnis1 hari yang laluGround Breaking Gedung Kantor Bank Kalsel Cabang Banjarbaru


