ADV BARITO KUALA
Batola Rembuk Bersama Untuk Percepatan Cegah Stunting
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Sebagai komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting (anak kerdil), Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) menggelar rembuk bersama di Gedung Serba Guna Marabahan, Rabu (09/06/2021).
Acara bertajuk Rembuk Stunting ini melibatkan semua komponen seperti pihak DPRD Batola, pihak Bappeda dan Dinkes Provinsi Kalsel, Kankemenag dan BPS, serta seluruh SKPD terkait, para camat, kades lokus stunting, organisasi wanita, ormas, dan unsur swasta.
Acara Rembuk Stunting ini juga berisi diskusi bersama dalam rangka merumuskan dan mendapatkan masukan terkait upaya percepatan penurunan angka stunting di Batola. Sebagai bentuk komitmen bersama, di sela acara dilaksanakan penandatangan berita acara bersama mulai dari Bupati, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, dan Sekda. Selain itu juga dilaksanakan deklarasi kesepakatan bersama terhadap rencana konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting yang ditandai pembubuhan tandatangan bersama.
“Sebagai komitmen percepatan penurunan stunting di Batola, saya selaku bupati bersama Kepala Sekretariat Wakil Presiden telah membuat pernyataan yang disertai pembubuhan tandatangan di Jakarta 17 September 2020 lalu,” kata Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS.
Baca juga : Banjarbaru Kembali Terima Hibah Satu Unit Bus dari Kemenhub
Noormiliyani menyatakan, dalam upaya percepatan penurunan stunting, Batola telah menetapkan program prioritas Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Anak Balita atau disingkat Permata Bunda.
Program yang melibatkan pemerintahan desa, dinas instansi terkait, dan semua kader ini, sebutnya, merupakan intervensi gizi spesifik dengan memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita secara langsung yang diatur dalam Peraturan Bupati Barito Kuala Nomor 96 Tahun 2020.
Intervensi gizi spesifik yang dilakukan, terang Noormiliyani, tak hanya terbatas pada pemberian makanan bumil dan balita namun juga melalui program-program bidang kesehatan yang merupakan kegiatan rutin pelayanan dasar bidang kesehatan bagi masyarakat seperti pemberian tablet tambahan darah, imuniasi, pemberian ASI ekslusif, PHBS, dan lainnya.
Sedangkan jangka panjang, lanjutnya, melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal layak, akses sanitasi dan air bersih, bantuan sosial dan jaminan kesehatan, serta program pemulihan ekonomi melalui program padat karya yang dikolaborasikan dengan program bedah kampung terintegrasi. (kanalkalimantan.com/rdy)
Reporter : rdy
Editor : kk
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluKebun Raya Banua Dibuka H+2 Lebaran
-
Kriminal Banjarmasin2 hari yang laluBuser Polsek Banjarmasin Timur Bekuk Pelaku Pencurian Motor di Langgar Darussalam
-
HEADLINE2 hari yang laluPuspom Tahan Pelaku Penyiraman Air Keras, Ini Pangkat TNI Mereka dari Denma Bais
-
Kota Banjarbaru3 hari yang lalu7.062 Pegawai Pemko Banjarbaru Terima THR, PNS dan PPPK hingga PJLOP
-
Bisnis3 hari yang laluPenumpang Mudik Angkutan Laut Pelindo Sub Regional Kalimantan Tumbuh 15,45 Persen
-
Infografis Kanalkalimantan3 hari yang lalu18 Maret Hari Arsitektur Indonesia, Cermin Peradaban





