Connect with us

HEADLINE

Bangsal Khusus Caleg Stres, Belum Ada yang Masuk RSJ Sambang Lihum

Diterbitkan

pada

Ruang bangsal di RSJ Sambang Lihum yang dipersiapkan untuk caleg stres. foto : rendy

MARTAPURA, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum menyediakan kamar khusus bagi caleg yang stres akibat tidak kuat mental, kalah dalam Pemilu 2019. Begitu disampaikan Kepala Instalasi Humas RSJ Sambang Lihum Sulastri, setidaknya pihaknya menyiapkan tiga jenis kamar untuk merawat caleg yang mengalami depresi berat. Yaitu, bangsal, ruang VIP dan kelas I.

Sekadar diketahui untuk setiap daya tampung masing-masing ruang itu berbeda. Untuk bangsal memiliki kapasitas 68 tempat tidur. Sementara VIP dan kelas I, masing-masing hanya ada satu unit dan cuma muat untuk 1 orang.

Ditambahkannya, tiga jenis ruang perawatan itu yang diberikan sama. Hanya saja VIP terdapat sejumlah fasilitas tambahan. Seperti pendingin ruangan, kamar mandi dalam dan tempat tidur.

“Jadi nanti tergantung calegnya, mau yang biasa atau yang fasilitasnya lengkap,” tambahnya.

Ditanya berapa biaya perawatan di masing-masing kamar yang disediakan, Sulastri mengaku tidak hapal. Sebab, ada bidang lain yang menanganinya. “Untuk biaya jujur saya tidak hapal,” katanya.

Ditambahkannya hingga H+2 masa pencoblosan, Jum’at (19/4/2019) kemarin, RSJ Sambang Lihum yang terletak di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar belum ada menerima caleg yang stres.

Direktur RSJ Sambang Lihum Dr IBG Dharma Putra mengatakan, kalaupun ada caleg stres kemungkinan baru datang sepekan setelah masa pencoblosan.

“Kalau sehari setelah pencobolosan, belum stres. Biasanya satu minggu baru kelihatan gejalanya. Gejalanya depresi dulu dan sering diam,” jelas mantan Sekda Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini.

Caleg sendiri dapat mengalami depresi berat, menurutnya lantaran terlalu banyak mengeluarkan harta untuk modal dalam pemilu. “Biasanya caleg yang suka bagi-bagi uang atau money politic. Banyak uang yang dikeluarkan, ternyata gagal. Ujung-ujungnya depresi,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara ini.

Untuk itu, dia mengingatkan agar para caleg menyiapkan diri untuk mengalami kegagalan, jika tidak terpilih menjadi wakil rakyat. Dengan cara membekali diri pemahaman agama yang baik.

“Kami berharap pada Pemilu 2019 tidak ada caleg yang stres, meskipun gagal terpilih. Karena pada dasarnya mereka sehat semua, bahkan sudah melalui serangkaian tes yang kita lakukan,” pungkasnya. (rendy) 

Reporter:Rendy
Editor:Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->