Hukum
Ancam Didoakan Bakal Sengsara, Habib Palsu Berkeliaran Palak Jemaah
KANALKALIMANTAN.COM – Abdul Aziz, warga Dusun Ponjen Kidul, Kampung Baru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, digelandang warga ke polsek setempat, karena mengaku sebagai habib atau keturunan nabi pada Kamis (21/05/2020).
Seperti diwartakan Suara Indonesia–jaringan Suara.com, selain berpura-pura sebagai habib, Abdul juga mengaku masih keluarga besar Habib Sholeh Tanggul. Modus itu dilakukan untuk mengelabui warga dengan meminta sejumlah uang.
Mirisnya, selain memakai nama tokoh besar di Jember itu, pelaku juga mengancam akan mengirimkan doa untuk menyengsarakan hidup calon korbannya jika tidak diberi apa yang ia minta.
Kejadian itu terungkap, saat pelaku mendatangi salah seorang murid Habib Abdullah Bin Ahmad yang bernama Fauzi.
Fauzi mulai curiga, dengan gerak-gerik orang yang memiliki perawakan sopan itu dengan maksud menanyakan zakat, yang dikeluarkan oleh salah seorang warga kaya raya di daerah itu.
“Saya curiga, saya foto karena benar menuju ke rumah orang kaya bernama H Ahmad warga Grenden Puger,” kata Fuazi.
Terkejutnya lagi, sambung Fauzi, pria penipu itu mengaku bernama Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Sholeh.
“Karena saya tidak percaya, saya kontak guru saya Habib Abdullah dengan mengirim gambarnya. Benar saja, dia bukan keluarga besar Habib Sholeh,” tegasnya.
Dari peristiwa itulah, keluarga besar Habib Sholeh mencari oknum tersebut dan mendapatinya.
Dari kejadian itulah, pelaku akhirnya digiring dan diamankan di Mapolsek Kencong, untuk dimintai keterangan. (suara.com)
Editor : kk
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
HEADLINE3 hari yang laluSepekan Cuaca Kalsel Cerah Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan Lokal
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluTPP ASN Pemprov Kalsel Naik 26 hingga 98 Persen
-
Hukum1 hari yang laluDirjenpas Mashudi Mundur Buntut Hunian Mewah di Lapas Cibinong
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga
-
Budaya3 hari yang laluDitutup Malam Imaji, WSFest 2026 Banjarbaru Dekatkan Sastra dengan Masyarakat


