Connect with us

Kota Banjarbaru

Air Mata di Pendulangan Intan Cempaka, Sampai Kapan Berakhir (2)

Upaya Pemkot Banjarbaru Kembalikan Sektor Pertanian di Cempaka

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Pendulangan Intan di Cempaka banyak meninggalkan kisah sedih karena banyaknya korban meninggalkan akibat kecelakaan kerja Foto: rico

BANJARBARU, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru mengerahkan segala upaya untuk mengantisipasi adanya musibah longsor di kawasan pendulangan intan di Kecamatan Cempaka. Dua rencana kini telah dikantongi diantaranya membuat lokasi pendulangan intan sebagai kawasan wisata pertambangan dan mengalih usahakan para pendulang ke sektor pertanian.

Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, lewat diskusi internal bersama Walikota Nadjmi Adhani, pihaknya akan mencoba untuk  membuat tambang intan yang sistem tradisional dan aman dalam perspektif pariwisata .

“Karena memang dulunya, kata tokoh masyarakat banyak orang luar negeri  banyak yang melihat tambang intan di Cempaka. Menambangnya dengan cara tradisional atau acara yang lama yang dilakukan orang tua kita dulu itu aman. Bahkan dari yang saya dengar selama 25 tahun hanya satu korban yang meninggal dunia,” tandasnya.

Dikatakan Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, dalam penataan kawasan wisata pertambangan yang dimaksud nantinya bukan dengan menggunakan mesin sedot. Tapi dengan sistem yang tradisional yaitu menggunakan pengamanan kayu dindingnya dilapis dengan jerami sehingga tidak longsor.

Walikota Banjarbaru juga telah menyiapkan solusi lain dengan mengalokasikan anggaran tahun 2020 untuk mengalih-usahakan para pekerja pendulang intan. Pada tahun 2019 ini, Dinas Pertanian akan mencoba mengalih-usahakan masyarakat ke usaha peternakan itik.

“Ada ratusan keluarga di Cempaka yag kita beri modal usaha berupa bibit itik, uang pembangunan kandang dan pakan serta obat-obatan itik. Yang kita beri nanti itik yang sudah akan bertelur. Jadi dipelihara sebulan dengan pakan yang tersedia itu sudah mulai produksi,” ujarnya.

Tidak mudah mengalih usahakan para pendulang intan. Karena harus membiasakan pekerjaan yang mana hasil didapatkan hari itu juga dan jika tidak didapat, maka upah didapat dari hasil menjual pasir. Ada beberapa usaha yang telah dicoba Pemkot Banjarbaru yaitu penanaman kebut karet. Namun untuk berkebun membutuhkan jangka panjang  dan jangka hidup membiayai kebun produksi membutuhkan waktu yang lama sehingga banyak yang tidak berhasil.

Nadjmi mengatakan, jika program Kementrian Pertanian melalui Dinas Pertanian tersebut  berhasil maka  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  juga akan ada dikembangkan lagi. Nadjmi mengatakan saat ini sudah ada ratusan keluarga penerimanya dan tinggal dieksekusi. “Lebih dari 600 keluarga yang sudah terdaftar dan mereka sudah bersedia.Tinggal nunggu dieksekusi saja,” bebernya.  (rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->