Kota Surabaya
KONI Tak Akui Kepengurusan Pengprov PBFI Jawa Timur
KANALKALIMANTAN.COM , SURABAYA -Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mempertanyakan keabsahan status pengurus Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Provinsi Jawa Timur periode 2020-2024. Hal tersebut diungkap Ketua Harian KONI Jawa Timur M. Nabil, Rabu (14/10/2020).
Pengurus PBFI Jawa Timur menetapkan mantan atlet binaraga nasional Kurniawansyah sebagai Ketua Pengprov PBFI Jawa Timur periode 2020-2024.
Namun penetapan tersebut dinilai KONI Jawa Timur sarat dengan kejanggalan-kejanggalan yang menyiratkan adanya agenda setting dalam pembentukan pengurus Pengprov PBFI Jawa Timur yang pertama ini.
Nabil mengatakan, PBFI merupakan organisasi baru yang baru saja terpisah dari Persatuan Angkat Besi Angkat Berat dan Binaraga Indonesia (PABBSI). Menurutnya, KONI Jawa Timur tidak dilibatkan dalam pembentukan kepengurusan Pengprov PBFI Jawa Timur.
Selain itu juga ada sikap-sikap aneh yang ditunjukkan oleh pengurus pusat PBFI Bambang Widjaja.
”Saya sempat berkomunikasi dengan Bambang Widjaja. Dia bilang agar kami percaya dia dan sudah menyiapkan Kurniawansyah sebagai Ketua Pengprov PBFI Jawa Timur. Saya menolak karena caranya tidak benar.
Saya izin ke Pak Erlangga (Ketua KONI Jawa Timur) lalu mengecek berkas administrasinya. Ternyata KONI Jawa Timur tidak menerima surat mandat pembentukan kepengurusan,” papar Nabil.
Pembentukan pengurus Pengprov PBFI Jawa Timur juga tidak dihadiri unsur eks PABBSI Jawa Timur lantaran kegiatan tersebut tidak mendapat surat mandat resmi dari PP PBFI.
Dalam pembentukan itu, PP PBFI memang secara lisan memberi mandat kepada KONI Jawa Timur untuk terlibat dalam pembentukan pengurus Pengprov PBFI Jawa Timur, namun surat tersebut baru diberikan pada hari H (13 Oktober 2020) pukul 12.00 WIB ketika pembentukan sudah berlangsung.
“Tidak hanya terlambat, dalam surat tersebut banyak unsur kesalahan yang membuat KONI Jawa Timur tidak memenuhi permohonan yang ada.
Jadi kita tidak tahu menahu dengan kegiatan itu, kita sama sekali tidak terlibat kemarin. Tapi kan tidak boleh kita begitu. Semua aktivitas cabor harus mendapat rekomendasi KONI,” imbuh Nabil.
Pemilihan nama Kurniawansyah sebagai Ketua Pengprov PBFI Jawa Timur juga menyalahi aturan. Ia saat ini masih dalam sanksi empat tahun akibat kasus doping saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat.
Sanksi itu dijatuhkan kepada Kurniawansyah setelah bandingnya ditolak oleh Dewan Disiplin Anti Doping Kemenpora Republik Indonesia, pada Februari 2017 lalu. Sanksi Kurniawansyah baru berakhir pada 2021 mendatang.
Nabil menyebut KONI Jawa Timur akan melakukan koordinasi PP PBFI terkait dengan kepengurusan Pengprov PBFI Jawa Timur yang telah terbentuk secara sepihak tersebut untuk dilakukan pembenahan. (kanalkalimantan/rossi)
Reporter: Rossi
Editor: Andy
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluEnam Relawan Pemadam Karhutla Dilarikan ke RSUD saat Bertugas, Bupati Banjar Pastikan Pengobatan Gratis
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluGrup Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Pertahankan Gelar Juara di Festival Budaya Banjar 2026
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Buka Festival Seni Qasidah XII Tingkat Provinsi Kalteng
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluDinsos Kapuas Mendorong Penerapan Perlinsos Digital
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluKetua TP PKK Kapuas dan Ketua DWP Kunjungi Korban Kebakaran di Palingkau Baru
-
Kabupaten Banjar2 jam yang laluBupati Banjar Bantu 21 BPK di Gambut, Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Pemadam Karhutla



