Pendidikan
Fadil, Si Anak Petani yang Tempuh Magister Hukum ULM
Organisasi ekstra kampus turut menempa jalan yang ditapaki Muhammad Fadil Arsyad (27). Sebagai aktivis mahasiswa, yang rajin melakukan advokasi masyarakat korban kebijakan salah arah.  Ia sanggup melawan demi orang-orang kecil, meski ia sendiri adalah seorang anak petani asal Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh, di ujung Kabupaten Banjar.
Sebagai anak petani yang hidup di daerah pesisir, Fadil hidup dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Orang tuanya hanya punya sedikit lahan yang digarap dengan penuh kerja keras untuk menyekolahkannya.
Awalnya tahun 1997,  Fadil pertama kali menginjak tempat sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatussibhan, Desa Sungai Musang. Dengan kondisi ekonomi serba terbatas, sepulang sekolah dia kerap membantu orang tuanya. Kadang, ikut ke sawah memanen padi.
Dengan jatah uang saku Rp 500 rupiah dari orangtua, dia sudah terbiasa untuk menerima kenyataan. “Pesan orangtua, bahwa tugas saya yang utama adalah belajar dan ibadah,†ujarnya.
Tekad untuk terus belajar inilah yang membawa Fadil pada tahun 2003 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan pesantren Al-Falah Putra Banjarbaru. “Selama 7 tahun saya berproses, dididik dengan lingkungan tanpa kehadiran ayah dan ibu. Saya mengikuti beberapa organisasi yang sifatnya mengkaji ilmu-ilmu sastra dan jurnalistik serta organisasi karate dan pramuka. Walaupun dalam satu bulan hanya dibekali uang Rp 50 ribu. Padahal teman-teman saya pada saat itu sudah diberi uang jajan Rp 200 ribu,†kisahnya.
Setamat SMA, Fadil yang punya cita-cita tinggi ini tak ingin untuk lepas belajar. Dia pun akhirnya mendaftar di IAN Antasari Banjarmasin. “Tujuan saya kuliah agar nantinya bocah petani ini tidak dipandang sebelah mata,†tegasnya.
Di kampus inilah, Fadil bergabung ke dunia aktivis dimana organisasi yang diikutinya pada saat itu adalah organisasi PMII. Alasan, dia ingin mengasah kemampuannya sebagai advokat. Salah satu cita-cita yang diinginkan kala itu. “Pikir saya, dengan bergabung dengan organisasi yang bergaung nasional ini bisa menyuarakan suara orang-orang terpencil seperti saya. Bahwa orang desa juga bisa bersaing dengan orang kota yang secara sarana hidupnya dimudahkan di segala hal,†jelasnya.
-
Bisnis1 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Truk Tambang Senilai Rp1,7 Miliar
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluKalahkan Gasib Legend, Old Star Martapura Juara Bupati Banjar Cup U-40 2026
-
Bisnis2 hari yang laluSerbu! Promo Spesial BRI Momen HUT ke-81 RI, Ini Daftarnya
-
HEADLINE2 hari yang laluSalat Jumat Perdana di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluDKISP Banjar Bagikan Bendera Gratis ke Pengendara
-
Olahraga2 hari yang lalu165 Anak Ramaikan Barbados Happy Race Pushbike 2026





