Kotabaru
Komplotan Wanita Pencuri Emas di Pasar Kotabaru Ditangkap
KOTABARU, Dua toko Emas Ruhama yang berlokasi di Pasar Limbur Raya Kotabaru lantai 2 nomor 36 dan 125 mengalami aksi pencurian, Jumat (7/12).
Pemilik Toko H Ahmad Rizali Faizal (39), warga Jalan Agus Salim RT 001 RW 001 Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Utara dan H Rasyid Ridha, warga Jalan Singabana RT 06 RW 02 Desa Sebatung, Kecamatan Pulau Laut Utara, tak menyangka 4 orang wanita yang mengunjungi tokonya dan berlagak seperti pembeli tersebut ternyata komplotan pencuri.
Kejadian pencurian ini berawal ketika 4 orang wanita mengunjungi toko emas Ruhama milik Ahmad dan Rasyid, mereka melihat-lihat dan memilih-milih perhiasan emas layaknya calon pembeli.
Setelah beberapa saat melihat-lihat dan memilih keempat wanita itu pergi meninggalkan toko emas Ruhama tidak jadi membeli, namun mereka secara diam-diam mengambil gelang emas di toko tersebut.
Menyadari gelang emas Rolek LV seberat 50 gram dan gelang emas motif daun sebarat 50 gram tidak berada di tempatnya, Ahmad dan Rasyid segera melaporkan kejadian pencurian tersebut.
Merespon laporan tersebut anggota Buru Sergap (Buser) Polres Kotabaru bergerak cepat melakukan pelacakan, berkerjasama dengan Buser Polres Banjarbaru, akhirnya 4 wanita yang menggasak emas di toko Ruhama tersebut ditangkap, ketika baru turun dari pesawat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. (rico)
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE17 jam yang laluAlasan Kesehatan, Wakil Wali Kota Wartono Ajukan Pengunduran Diri
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluPemkab Banjar Serahkan Bantuan Mesin dan Perlengkapan Pemadam untuk 75 BPK
-
HEADLINE19 jam yang laluPenampang Saluran Drainase di Ahmad Yani Km 33,5 Tak Mampu Tampung Air
-
HEADLINE2 hari yang laluKualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluJangan Lengah dari Ancaman Karhutla, Bupati Kapuas Perkuat Sinergi Lintas Sektor
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Salurkan Bantuan PPKS Disabilitas Mental dan Korban Anak



