Connect with us

Bisnis

Beras Penyumbang Inflasi Kedua di Kalsel, Bulog Diminta Perkuat Pasokan

Diterbitkan

pada

Beras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar kedua di Kalsel setelah emas perhiasan. Foto: dok.kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Beras masih menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalsel mendorong Perum Bulog memperkuat intervensi dan distribusi pangan strategis menjaga stabilitas harga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan, pengendalian inflasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: BMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius

“Inflasi ini tidak hanya pemerintah, tetapi juga multi-stakeholder. Kalau masalah harga beras, kita berharap Bulog juga akan intervensi secara masif,” ujar Eddy usai mengikuti rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual melalui Command Center Kalsel, Selasa (18/8/2026) siang.

Dia menjelaskan, secara year on year, beras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar kedua di Kalsel setelah emas perhiasan. Karena itu, penguatan pasokan beras menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Menurut Eddy, Bulog memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, gula dan minyak goreng. Ketiga komoditas tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi di masyarakat.

Baca juga: 53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung

“Kita berharap Bulog tetap masif di kabupaten dan kota Kalimantan Selatan, kalau bisa dimaksimalkan sehingga harga bahan pokok utamanya beras, minyak goreng, gula dan lain sebagainya bisa terkendali,” jelasnya dikutup dari Media Center Kalsel.

Selain memperkuat peran Bulog, Pemprov Kalsel mendorong pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kerja sama antar daerah. Hal ini terutama dilakukan untuk mengatasi perbedaan ketersediaan komoditas pangan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Ada kabupaten/kota yang memiliki kelebihan pasokan komoditas tertentu, sementara daerah lain mengalami kekurangan. Kondisi tersebut dapat diatasi melalui distribusi dan kerja sama antardaerah.

Baca juga: Bupati Kapuas Melantik 106 Pejabat, Tiga Jabatan Kepala Dinas Terisi

“Daerah yang mengalami suplai bahan pangan seperti bawang merah dan lain sebagainya bisa mengaktifkan Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antar daerah. Kita lihat kabupaten/kota ada yang berlebih dan ada yang kurang,” katanya.

Kerja sama antardaerah memungkinkan distribusi komoditas dari wilayah yang surplus menuju wilayah yang membutuhkan. Dengan demikian, keseimbangan pasokan dapat terjaga dan tekanan kenaikan harga dapat ditekan.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian inflasi Kalsel secara keseluruhan, mengingat angka inflasi provinsi merupakan agregasi dari kondisi kabupaten dan kota.

“Mudah-mudahan ada keseimbangan dengan kerja sama antar daerah tersebut,” harapnya. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter: bie
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca