Connect with us

Bisnis

Perkuat Peran Opinion Maker Jaga Optimisme Ekonomi Kalimantan

Diterbitkan

pada

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto HW. Foto: mckalsel

KANALKALIMANTAN.COM, MALANG – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan Aloysius Donanto HW menegaskan pentingnya penguatan komunikasi publik dan jejaring antar pemangku kepentingan dalam menjaga optimisme ekonomi di tengah dinamika global.

Hal tersebut disampaikan Aloysius pada kegiatan Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan bertema “Memperkuat Komunikasi, Menjaga Ekspektasi, Membangun Optimisme Ekonomi Kalimantan” di salah satu hotel di Kota Malang, Rabu (6/5/2026).

Aloysius mengatakan, kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, serta membangun jejaring komunikasi antara insan media, akademisi, dan para opinion maker di wilayah Kalimantan.

Baca juga: Catat Tanggalnya! MTB Fun Enduro 14 Km di Sungai Ulin Banjarbaru

“Dalam kondisi yang penuh dinamika saat ini, memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan membangun jejaring komunikasi perlu kita lakukan bersama untuk memahami kondisi Indonesia, khususnya yang berdampak kepada wilayah Kalimantan,” ujar Koordinator BI Wilayah Kalimantan, dikutip dari Media Center Kalsel.

Dia menyoroti dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih berfluktuasi dan menjadi perhatian publik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak cukup hanya dijawab melalui kebijakan BI, namun membutuhkan pemahaman bersama dari masyarakat agar mampu menyikapi situasi secara tepat.

“Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah stabilisasi. Namun masyarakat juga diharapkan memahami kondisi yang sebenarnya terjadi dan turut berkontribusi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya dengan mengutamakan transaksi menggunakan rupiah dan fokus pada konsumsi produk domestik,” katanya.

Baca juga: DPRD Kalsel Bahas Sengketa Tanah Sidomulyo 1: Warga Tak Puas, TNI AD Kukuh Kepemilikan

Aloysius mengingatkan pentingnya pengelolaan transaksi secara bijak di tengah ketidakpastian ekonomi global. Masyarakat perlu lebih selektif dalam melakukan konsumsi maupun transaksi valuta asing agar tidak memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.

Selain itu, derasnya arus informasi di era digital dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi insan media dan opinion maker. Banyak informasi yang berkembang tidak sepenuhnya menggambarkan realitas sehingga diperlukan kemampuan untuk mengkalibrasi dan memverifikasi informasi sebelum disampaikan kepada publik.

“Tantangan kita, baik bagi jurnalis maupun opinion maker adalah bagaimana memberikan pemahaman bahwa ada informasi yang beyond reality. Reality-nya harus kita lihat secara lebih proper supaya masyarakat bisa menyikapi fenomena dengan lebih baik,” ungkapnya.

Komunikasi publik yang dibangun secara kolaboratif antara media, akademisi, dan lembaga terkait menjadi penting guna memperkecil perbedaan perspektif dan menghasilkan informasi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Baca juga: Wabup Kapuas Hadiri Deklarasi dan Pengukuhan Perpukadesi

“Kalau ada hal-hal lain, mari kita konfirmasi bersama. Jadi kita tidak hanya menelan mentah-mentah informasi, tetapi juga mengkalibrasi sebenarnya seperti apa konteksnya,” tambahnya.

Aloysius menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih cukup baik di tengah tekanan global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia relatif terjaga, termasuk kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan yang mulai menunjukkan pergeseran struktur ekonomi di luar sektor pertambangan.

“Kita melihat nilai tukar rupiah memang bergejolak, tetapi di sisi lain pertumbuhan ekonomi bagus, inflasi juga bagus. Ini yang perlu dipahami lebih mendalam agar masyarakat memahami konteks dan relevansinya,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter: bie
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca