Kota Banjarbaru
TPA Regional Banjar Bakula Akan Beroperasi 2019
BANJARBARU, Problem sampah saat ini masih menjadi kendala utama sejumlah kabupaten/kota di Kalsel. Terbatasnya lahan tempat pembuangan akhir (TPA) yang tak mampu menampung besarnya volume sampah, menjadi penyebab utamanya. Namun, pada 2019 nanti, operasional TPA Sampah Regional Banjar Bakula yang menjadi wacana sejak lama, akan beroperasi.
TPA yang lokasinya berada di kawasan Kecamatan Cempaka, Banjarbaru tersebut nantinya akan menampung sampah yang telah diresidu (sudah dipilah) oleh lima kabupaten kota, yang akan masukan dalam program Banjar Bakula.
Rencana operasional TPA Banjar Bakula ini disampaikan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina usai menerima kedatangan tim pembangunan TPA regiona tersebut. Pada prinsipnya, ia setuju dengan pembagian kuota sampah hasil residu yang ditetapkan. Namun berharap batas minimal kuota sampah yang masuk ke TPA tersebut, dapat disesuaikan dengan kemampuan angkutan operasional yang dimiliki Banjarmasin. Demikian dilansir Antara.com.
Untuk diketahui, pembagian kuota sampah yang bisa dimasukan ke dalam TPA regional untuk Banjarmasin dipatok per harinya maksimal sekira 131 ton. Sedangkan batas minimal sampah yang sudah diresidu masuk ke TPA tersebut 60 ton per hari.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Iklas, pembangunan TAP regional itu merupakan bantuan dari pihak kementerian PUPR, Bidang Cipta Karya. “TPA tersebut rencananya selesai dikerjakan pada bulan November 2018 ini dan operasionalnya akan dilakukan pada tahun 2019 nanti,†ujarnya.
Dikatakannya, salah satu persyaratan operasinalnya adalah adanya MoU antara Gubernur dengan Bupati/Walikota yang masuk dalam program Banjar Bakula.  Memang, sebelumnya sudah ada kesepahaman antara provinsi dengan kabupaten/kota. Namun mengingat operasional TPA tersebut semakin dekat, maka ia bersama tim kembali menemui Walikota hanya untuk memastikan komitmen yang telah dibuat.
“Awal hitungan-hitungan dari konsultansi, untuk Kota Banjarmasin diminta sampah residu itu maksimal 131 ton per hari. Tapi kami memahami adanya keterbatasan angkutan sampah. Karena itu kita tadi mencari angka minimalnya menjadi 30 ton per hari,†katanya.
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluDinas PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Sungai Lulut yang Amblas
-
HEADLINE3 hari yang laluProtes Pemadaman Listrik Bergilir, Warga Datangi PLN UP3 Banjarmasin
-
HEADLINE3 hari yang laluRespon Keluhan Warga, Ketua DPRD Banjarbaru Panggil PLN Soal Pemadaman Bergilir
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluDKISP Banjar Tingkatkan Wawasan ASN Mengenai Standar Keamanan Informasi
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluLomba Desain Sasirangan Pewarna Alam di Mess L Banjarbaru
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluWakil Rakyat Palangka Raya Minta Penyediaan Fasum Ramah Disabilitas


