Pemprov Kalsel
Cuaca Ancam Keberhasilan Tanaman Padi dan Hortikultura, Ini Upaya DPKP Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mengancam keberlangsungan tanaman pangan dan hortikultura yang tersebar di Kalimantan Selatan.
Petani padi dan hortikultura setiap musim hujannya selalu dihantui bayang-bayang ancaman gagal panen.
Di sisi lain pemerintah harus memutar otak untuk mengatasi dan membantu para petani di daerah.
Baca juga: Malam Puncak IMAA 2025: Ajang Penghargaan Tertinggi Perfilman Indonesia Kembali Hadir di RCTI!

Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono. Foto: wanda
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Saptono mengatakan, kondisi pertanian Kalsel secara umum misalnya tanaman padi saat ini tengah dihadapkan dengan situasi cuaca yang tidak menentu.
Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus melakukan upaya-upaya bagaimana daerah bisa meningkatkan produksi padi.
“Dua tahun terakhir ini produksi padi kita cukup baik, seperti di tahun 2024 produksi padi kita lebih dari 1 juta ton, tepatnya yaitu 1,029 juta ton,” ujar Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono.
Baca juga: GSMS Meriahkan Penutupan Festival Budaya Banjar 2025
Tepatnya sampai bulan Agustus pemerintah memperkirakan produksi padi di Kalsel sudah melebih 1 juta ton. Angka itu mendekati target produksi padi tahun 2025 yakni 1,2 juta ton.
“Kita berharap sisa bulan akhir tahun ini produksi padi akan terus meningkat dan kita sebagai daerah yang menjadi penyangga pangan nasional akan bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Di sisi lain pemerintah memberikan upaya penanganan tanaman hortikultura di tengah ancaman kerusakan yang terjadi saat musim hujan ini.
Baca juga: Resepsi Milad Ke-113 Muhammadiyah di Alabio Dihadiri Gubernur Kalsel
Seperti halnya komoditi sayur mayur, cabai, dan bawang, pemerintah bersama petani mencoba membudidayakan sendiri di beberapa daerahnya.
“Seperti di Tanah Laut, Tabalong dan beberapa kabupaten lainnya memang mulai terlihat bahwa kita punya potensi sebenarnya, tinggal bagaimana kemudian kita sebagai dinas yang menangani pertanian juga itu mendukung para petani sehingga potensi-potensi ini bisa ditingkatkan,” jelas Saptono.
Di tengah cuaca yang mempengaruhi tanaman hortikultura kata dia, pihaknya juga mempunyai penyuluh pertanian yang selalu mendampingi petani di lapangan.
“Baik itu penyuluh pegawai negeri maupun swadaya selalu mendampingi para petani, mengatur pola pertanian sehingga pada kondisi-kondisi tertentu pertanian ini tetap akan terus berjalan,” tambahnya.
Di samping itu, upaya lainnya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus mendukung pelaksanaan penanaman, mulai dari pemberian bibit, pupuk, dan sebagainya sehingga masyarakat bisa terbantu untuk dapat terus menjalankan pertaniannya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluLapuk Atap Bocor, Renovasi TPA Darul Falah Dibantu Wali Kota Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang laluKebakaran di Kawasan Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan
-
PTAM INTAN BANJAR11 jam yang laluKarhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Ancam Pipa Distribusi Utama, PTAM Intan Banjar Lakukan Pemadaman
-
Bisnis3 hari yang laluPamor Borneo 2026 Tawarkan 15 Proyek Investasi Strategis di Kalimantan
-
Hukum17 jam yang laluDrag Race Maut Kotamobagu, Tujuh Tewas Sembilan Luka
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Wiyatno Hadiri Event Trail Adhyaksa di Batola


