Kabupaten Kapuas
Pembangunan Ruko di Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas, Kabid Cipta Karya: Dikurangi 3 Pintu
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas Melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Muhammad Fahlepi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengurangi 3 pintu pembangunan rumah toko (Ruko) di Bukit Ngalangkang. Rencana pengurangan itu agar pandangan arah Rumah Betang lebih jelas.
Hal ini disampaikan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kapuas menyusul pernyataan sikap ormas-ormas di Kabupaten Kapuas terkait pembangunan Ruko di lapangan Bukit Ngalangkang, Jum’at (3/10/2025).
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai menyambut baik kritikan, saran, maupun masukan yang disampaikan masyarakat terkait kegiatan penataan area lapangan Bukit Ngalangkang.
“Kami menyambut baik adanya kritikan, saran, dan masukan dari masyarakat terkait penataan area Bukit Ngelangkang yang saat ini tengah dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” kata Usis I Sangkai, Sabtu (27/9/2025).
Baca juga: Diskusi Pencopotan Gelar 17 Guru Besar ULM: Sikap Kampus Berbelit-belit, Ada Perbedaan Pernyataan

Menurut Usis, penataan yang dilakukan tetap mempertahankan bangunan bersejarah yang telah ada, seperti Rumah Betang, tugu, dan panggung yang berada di kawasan tersebut.
“Rumah Betang, tugu, dan panggung yang ada di area Bukit Ngelangkang tetap kita pertahankan. Bahkan, keberadaannya akan kita perindah agar terlihat lebih representatif dan semakin bagus,” ujarnya.
Pembangunan pertokoan di area Bukit Ngalangkang nantinya diperuntukkan bagi para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tepian sungai, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Kuala Kapuas.
“Kawasan tepian sungai jalan Jenderal Sudirman rencananya akan dilakukan penataan. Karena itu, pedagang yang berjualan di sana akan kita relokasi ke area Bukit Ngalangkang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat semula sehingga aktivitas mereka tetap bisa berjalan,” jelasnya.
Usis menegaskan bahwa pembangunan pertokoan tersebut tidak akan menutup area lapangan Bukit Ngalangkang. Sebagian ruang terbuka tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.
“Masih ada area yang kita sisakan, misalnya untuk arena olahraga sepatu roda dan ruang publik lainnya. Jadi, penataan area Bukit Ngalangkang yang saat ini tengah dilaksanakan tidak menghilangkan bangunan bersejarah yang ada, justru tetap kita rawat dan perindah,” tegasnya.
Penataan kawasan Bukit Ngalangkang sempat menuai reaksi dari sebagian masyarakat yang menilai ada potensi hilangnya nilai historis dari lokasi tersebut.
Pemkab Kapuas memastikan bahwa identitas sejarah dan ruang publik di kawasan Bukit Ngalangkang tetap dijaga serta diarahkan menjadi lebih baik dan tertata. (Kanalkalimantan.com/ags)
Reporter: ags
Editor: kk
-
HEADLINE18 jam yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE22 jam yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 243 Orang
-
Olahraga2 hari yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
HEADLINE18 jam yang laluEnam Meninggal Dunia, 103 Orang Dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPemkab HSU Target Pertahankan Predikat Terbaik Akreditasi Perpustakaan 2026
-
Budaya2 hari yang laluPameran Tunggal “Intan Banua” di Taman Budaya Kalsel


