Budaya
Lagu “Pangasih, Timang, Tahur Dahar” Album Mantra Akaracita di Balairung Sari
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Malam menunjukkan pukul 20.00 Wita, personel Akaracita tengah menyiapkan pertunjukan musik dalam rangkaian kegiatan dari Dialog Etnomusikologi, Rabu (20/8/2025) malam.
Alat musik tradisi seperti gamelan Banjar terpajang di atas panggung Balairung Sari. Band etnik ini memang menonjolkan jenis alat musik khas Banjar sebagai medium utamanya.
Seiring berkembangnya waktu, Akaracita mulai menggabungkan alat musik tradisi dengan musik modern seperti gitar elektrik, bass, hingga keyboard.
“Sekarang mulai memberi nuansa digital atau teknologi baru dimusiknya sebagai upaya kita membuat kekhasan Akaracita,” ujar salah satu personel Akaracita, Novyandi Saputra.
Baca juga: Ekosistem Musik Tradisi Kalsel Memprihatinkan

Tepat pukul 21.00 Wita, penonton atau apresiator pun mulai banyak berdatangan dan Akaracita siap menampilkan tiga lagu dari album Mantra. Ketiga lagu tersebut antara lain Pangasih, Timang, dan Tahur Dahar.
Suara khas gamelan Banjar dengan perpaduan alat musik modern mulai dimainkan dan terdengar sangat enak masuk di telinga apresiator.
Lagu pertama Pangasih bercerita tentang mantra atau ajian agar dikasihi orang lain, biasa juga dipakai untuk menyambut tamu.
Usai lagu tersebut, Akaracita meminta para apresiator untuk melihat foto ibunya masing-masing dan mengingat momen-momen saat diasuh sang ibu dengan penuh kelembutan.
Hal tersebut berkaitan dengan lagu kedua yang mereka bawakan yaitu Timang -sebuah lagu yang berarti doa ibu kala menidurkan anak.
Baca juga: Sambut Hari Santri Nasional 2025 se Kalsel di Kabupaten Banjar, Ragam Kegiatan Bakal Digelar
“Kita mengambil ritual menidurkan anak, kan sering didoakan, dinyanyikan, disenandungkan, kemudian itu digarap menjadi musik,” kata Novy.
Sang vokalis, Intan Mutia terlihat sangat menghayati dalam membawakan lagu Timang. Tak sadar air matanya berderai membasahi pipinya, menunjukkan betapa emosionalnya dia saat menyanyikan lagu tersebut.
“Karena itu menceritakan orangtua jadi rasanya sungguh menyayat hati,” ucap mahasiswi Politeknik. Negeri Banjarmasin itu.
Tibalah mereka menampilkan lagu pamungkas mereka berjudul Tahur Dahar. Lagu yang menceritakan soal ragam ritual Urang Banjar itu dibawakan dengan semangat membara.
Baca juga: Pemkab HSU Dorong Peningkatan Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa

Lagu tersebut sekaligus menutup pertunjukan musik dari band etnik Banjar Akaracita yang disambut tepuk tangan gemuruh dari apresiator.
Salah satu apresiator, Nurul Ilmi mengaku sangat terhibur atas penampilan yang ditunjukkan oleh band Akaracita.
“Penampilannya bagus, mereka sangat menghayati lagu,” tutur Mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM itu.
Terkhusus lagu Timang mengingatkan Ilmi kepada orangtuanya lantaran statusnya sebagai mahasiswa perantau dari Kotabaru.
“Lagu kedua itu mengingatkan saya kepada orangtua karena jauh dari mereka,” pungkas Ilmi.(Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluMenhub: KNKT Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPeduli Keselamatan Relawan Pemadam, Bupati Banjar Serahkan 350 Alat Pelindung Diri
-
HEADLINE2 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG: DIY Terpanjang, Kalsel dan Kalteng 89 Hari Tanpa Hujan
-
HEADLINE3 hari yang laluOperasi SAR Bawah Air, Kopaska Diterjunkan Cari 129 Korban Kapal Virgo
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluBasarnas Kerahkan 22 Armada Cari 129 Korban Kapal Virgo


