HEADLINE
Fenomena New Moon, Warga Pesisir Kalsel Diminta Waspada Banjir Rob
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dalam sepekan kedepan wilayah pesisir di Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi terjadi air pasang yang dapat mengakibatkan banjir pesisir (rob).
Peringatan itu disampaikan Stasiun Meteorologi Syamsudinnor Banjarmasin memasuki bulan baru (new moon) potensi air pasang maksimum di pesisir terjadi dari 23 April sampai 30 April 2023.
“Pasang maksimum berpotensi terjadi diwilayah perairan Sungai Barito 23 – 30 April 2023 pukul 11.00 – 17.00 Wita dengan ketinggian maksimum mencapai 2,9 meter,” tulis akun resmi Statmet Syamsudinnor, Minggu (23/4/2023) malam.
Adapun daerah-daerah yang berpotensi terdampak yaitu wilayah sepanjang muara Sungai Barito di perairan pesisir Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut.
Baca juga: Kos Dua Lantai di Cendana Banjarmasin Terbakar
Hal itu dikatakan akan berdampak terhadap aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, hingga perikanan darat.
Masyarakat pesisir sungai diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
“Tetap waspada bagi sobat yang tinggal dan beraktivitas diwilayah pesisir pantai,” imbau Statmet Syamsudinnor. (Kanalkalimantan.com/rizki)
Reporter: rizki
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluLisa Tak Sebut Nama Pengganti Wartono, Delapan Partai Pengusung Punya Peluang
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPameran Sulam Sugul Khas Banjar Catat Transaski Rp228 Juta
-
HEADLINE2 hari yang laluListyo Sigit Prabowo Cs Diduga Sadap Prabowo sejak 2025
-
HEADLINE2 hari yang laluAntisipasi Luapan Air, Grill Drainase Mampet di Panglima Batur Dibersihkan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluMasterplan IAD HSU 2026–2030 Buka Peluang Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekosistem Rawa
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluStudi Banding ke RMU di Demak, Bupati Kapuas Genjot Ketahanan Pangan Daerah



