NASIONAL
9.855 Pasien Positif Covid-19 Bebas Berkeliaran, Menkes Terkejut!
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sejauh ini sudah ada 9.855 orang positif Covid-19 masih berkeliaran di tempat publik yang terjaring melalui aplikasi Pedulilindungi.
Budi menyebut ribuan orang kategori hitam ini masih terdeteksi di mal, transportasi umum, tempat wisata, bioskop, perkantoran, tempat ibadah, sekolah, sarana olahraga, hingga apartemen.
“Kami kaget juga ada orang yang sakit masih nyelonong masuk mal, masuk toko, kerja, pabrik, pergudangan, ada seribuan orang itu yang dengan demikian kita perbaiki,” kata Budi dalam Seminar Sespim Lemdiklat Polri, Rabu (6/10/2021).
Dalam paparannya disebutkan bahwa 6.380 orang positif masih pergi ke mall, 1.068 orang terdeteksi di pabrik, 399 terdeteksi di transportasi darat, 109 terdeteksi di transportasi udara, 253 terdeteksi di bioskop, 257 terdeteksi di rumah makan, 127 terdeteksi di hotel, 38 terdeteksi di tempat wisata, 573 terdeteksi di perkantoran.
Baca juga : Senyum Bahagia Penerima BTPKLW di Polresta Banjarmasin
Lalu, 490 orang terdeteksi di outlet atau tenan mandiri, 12 terdeteksi di transportasi laut, 29 terdeteksi di bar atau cafe, 4 terdeteksi di tempat ibadah, 105 terdeteksi di sarana olahraga, dan 7 terdeteksi di sekolah.
Budi menyebut total warga Indonesia yang sudah menggunakan aplikasi pedulilindungi ada sebanyak 73.643.524 orang yang tercatat di 24.668 lokasi. (suara.com)
Editor : cell
-
HEADLINE2 hari yang laluRudy Ariffin Gubernur Kalsel 2005-2010 dan 2010-2015 Wafat
-
HEADLINE1 hari yang laluTiga Dekade Menanti Rumah Ibadah GBI Kemah Kesaksian Banjarmasin
-
HEADLINE2 hari yang laluBPBD Kalsel: 2.586 Kejadian Karhutla, Luas Terbakar 16.539,65 Hektare
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluData BPBD Kabupaten Banjar 1.192 Hektare Lahan Terdampak Karhutla
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPantau Penanganan Karhutla, Bupati Banjar Turun ke Sungai Tabuk
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar dan TNI Perkuat Sinergi Tangani Karhutla


