DPRD BANJARBARU
PPKM Level 4 Berlanjut di Banjarbaru, Ini Saran Wakil Ketua Komisi III
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari meminta pemerintah kota mencari lokasi tempat alternatif isolasi mandiri.
Tempat isolasi khusus itu sebagai upaya mengantisipasi munculnya klaster keluarga. Pemko Banjarbaru juga diminta menambah unit ambulans.
Karena perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 tidak akan berakhir jika klaster-klaster terus ada, terlebih pada klaster keluarga.
“Kita harus pikirkan dengan perpanjangan PPKM ini lagi kita harus membuat rumah isolasi atau karantina lagi. Dulu kan ada Bapelkes dan Asrama Haji,” ujarnya.
Pasien kritis setiap hari terus bertambah, sementara unit mobil ambulans antar jemput pasien jumlahnya tidak memadai.
Sehingga polistisi PAN ini berpendapat perlu adanya penambahan lagi unit ambulans. Supaya pasien dengan status kritis bisa tertangani dengan cepat.
Baca juga: PPKM Level 4 Banjarbaru hingga 6 September, Wali Kota Aditya: Semoga Ini yang Terakhir!
Pelayanan kesehatan call center menurutnya belum begitu optimal, karena masih ada pasien Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman) mendatangi sendiri Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan.
Emi berharap dalam satu kelurahan itu ada satu dokter yang mengakomodir segala sesuatu terkait perihal kondisi pasien terpapar. Serta setiap Puskesmas perlu adan penambahan tenaga kesehatan demi membantu penanganan pasien yang terus tambah. (kanalkalimantan.com/al)
Reporter: al
Editor: kk
-
HEADLINE3 hari yang lalu300 Pompa Tak Mampu Jinakkan Karhutla Kalsel
-
HEADLINE2 hari yang laluTemuan Sidak Ombudsman: Hunian Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
HEADLINE1 hari yang laluNapi Kakap di Lapas Cibinong Ada Sambo hingga Harvey Moeis
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPosko Induk Karhutla Kapuas Kedatangan Gubernur Kalteng
-
Kota Palangkaraya2 hari yang laluPembunuh IRT di Palangka Raya Ternyata Suami Sendiri
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluISPA di Kapuas Capai 2.465 Kasus, Kecamatan Selat Tertinggi


