HEADLINE
300 Pompa Tak Mampu Jinakkan Karhutla Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah mengakui kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dapat diatasi. Meski telah mengerahkan sekitar 3.500 personel per hari, lebih dari 300 pompa air, dan lebih dari 30 alat berat.
Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan, berbagai sumber daya telah dikerahkan selama lebih dari 1 bulan untuk menangani kawasan utama Karhutla di Banjarbaru.
“Instalasi utama ini kebetulan terjadi di daerah gambut, luas lokasinya sekitar 3.000 sampai 4.000 hektare yang hampir 2 bulan kita tangani dan ini belum selesai-selesai,” kata Hanif pada awak media di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Hanif, kondisi lahan yang kering dalam waktu panjang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Persoalan semakin kompleks karena titik api dapat kembali muncul di lokasi lain setelah satu kawasan berhasil dipadamkan.
Baca juga: Tim Penyelam Temukan Penumpang Terjebak di Dalam Kamar Kapal Virgo
“Sampai 1 bulan yang lalu kita telah mengerahkan hampir 3.500 orang per hari, melibatkan lebih dari 300-an pompa air, melibatkan lebih dari 30-an unit alat berat pada lokasi tersebut, namun ternyata kering yang cukup panjang tidak memudahkan untuk ditanggulangi,” jelasnya.
Hasil evaluasi penanganan selama lebih dari 1 bulan, dikatakan Hanif, menunjukkan penanganan secara bertahap dari satu titik ke titik lainnya belum cukup untuk menghentikan penyebaran api. Keterbatasan sumber daya manusia, peralatan, dan logistik turut menjadi kendala.
“Evaluasi 1 bulan lebih, ternyata begitu kita padamkan satu lokasi, satu lokasi lagi terjadi, karena memang keterbatasan sumber daya manusia, peralatan, dan logistik,” tutur Hanif.
Selain itu, pemerintah mulai menghadapi keterbatasan sumber air. Karena itu, proses pemadaman perlu dipercepat agar kebakaran tidak berlangsung lebih lama dan semakin menguras sumber air yang tersedia.
Baca juga: Berulang Keluar Masuk SPBU, Temuan Satgas BBM HSU di Lapangan
“Harapan besar kita, maka api di Ring 1 atau di daerah utama Provinsi Kalimantan Selatan kita bisa benar-benar padamkan dalam waktu 1-2 minggu ke depan, karena tidak ada cara lain. Kalau ini lebih lama, maka kita akan kekurangan air di kemudian hari,” tegasnya.
Strategi Pemadaman Diubah
Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengubah strategi dengan mengerahkan seluruh kekuatan secara serentak. Setiap titik api yang muncul akan ditangani secara bersamaan agar tidak sempat menjalar ke sejumlah area lain.
“Kita merencanakan ke depan, ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang muncul api harus dilakukan pemadaman serentak sehingga api tidak sempat lagi menjalar,” tegasnya.
Pemerintah juga akan melibatkan sekitar 300 unit usaha di Kalimantan Selatan dalam penanganan karhutla. Wilayah rawan akan dibagi menjadi sejumlah zona, kemudian masing-masing perusahaan bertanggung jawab menangani zona tertentu hingga api benar-benar padam.
Siapkan Pos Pemantauan dan Sekat Kanal
Setelah tahap pemadaman, pemerintah menyiapkan langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi. Sekitar 300 unit usaha tersebut akan dikonsolidasikan untuk membentuk pos pemantauan karhutla atau Masyarakat Peduli Api (MPA) di sekitar kawasan rawan yang diharapkan dapat memperkuat patroli dan mempercepat deteksi titik api, termasuk mencegah kebakaran yang disengaja.
Untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah permanen, antara lain pembangunan blocking canal atau sekat kanal serta sumur bor di wilayah yang mengalami krisis air.
Hanif mengatakan, sekat kanal akan digunakan untuk membantu menjaga kondisi lanskap, tetapi tetap dilengkapi pintu keluar yang dapat digunakan ketika hujan turun. Sementara itu, sumur bor akan dibangun di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan air.
Hanif menilai penanganan karhutla tidak dapat terus bergantung pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), terutama ketika kondisi atmosfer tidak mendukung.
“Selama ini kita mengharapkan OMC sebagai satu-satunya penanggulangan permanen Karhutla, hari ini dikoreksi oleh alam pada saat tidak ada uap air. Maka penanganan permanen adalah menyiapkan kesiapan lanskap yang tahan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Hanif.
Pemerintah berharap perubahan strategi tersebut dapat mempercepat pemadaman sekaligus membangun sistem pencegahan jangka panjang. Hanif menegaskan, karhutla di Kalsel tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang tidak dapat dicegah.
“Kalimantan Selatan tidak akan pernah menganggap karhutla itu sebagai takdir. Kita akan menyiapkan kesiapan lanskap Kalimantan Selatan bersama seluruh jajaran pemprov, Forkopimda, dan pemerintah kabupaten/kota,” pungkasnya. (Beritasatu/kk)
Editor: kk
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluCuaca Kalsel Diprakirakan Masih Cerah, Suhu Udara Capai 36 Derajat Celcius
-
HEADLINE2 hari yang laluSanksi Karhutla, Lima Izin Konsesi Perusahaan di Kalteng-Kalsel-Kalbar Dicabut
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPemkab Kapuas Luncurkan QRIS Digitalisasi Pembayaran Retribusi
-
HEADLINE2 hari yang laluPenyelam Basarnas Berupaya Masuk Kapal Virgo, Kompartemen Bawah Paling Sulit dan Berbahaya
-
Kabupaten Pulang Pisau2 hari yang laluHabitat Terganggu, Urang Utan Dievakuasi dari Kawasan Tumbang Nusa
-
HEADLINE17 jam yang laluBerulang Keluar Masuk SPBU, Temuan Satgas BBM HSU di Lapangan


