HEADLINE
Si Renta Penjual “Kambang Barenteng” yang Tak Ingin Repotkan Cucunya
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di bawah teduhnya payung yang dipegang dengan kedua tangan perempuan tua ini, menunggu dan berharap orang-orang yang melintas di jalan persis di depannya singgah. Acil Salbiah, begitu biasa perempuan ini disapa, seorang penjual “Kambang Barenteng” atau bunga untai di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan, Banjarmasin.
Tak ada bangunan kios khusus, apalagi toko dimana Acil Salbiah berjualan. Hanya satu keranjang plastik posisi dibalik serta dua buah ceper kecil yang diisi “Kambang Barenteng”, dan satu ember kecil berisi air, serta payung, itulah peralatan modal Acil Salbiah berjualan. Posisi Acil Salbiah tepat di pojok ujung batas sebuah halaman parkir ruko, disitulah ia tempati. Di atas semen, menghadap ke jalan aspal, tak jauh dari selokan, di antara badan jalan dengan halaman parkir ruko.
Ditemui Kanalkalimantan.com, Salbiah mengaku sudah berumur 80 tahun, di umur yang sudah sangat tua itu, ia masih tetap berdagang bunga untai -Bahasa Banjar Kambang Barenteng- , untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Acil Salbiah mengatakan, ia berdagang untuk bisa bertahan hidup bagi dirinya sendiri, dan tidak ingin merepotkan cucunya.

“Ya kalau tidak jualan, bagaimana saya bisa makan sehari-hari. Dari pada saya minta sama orang lain, malah merepotkan orang saja jadinya,” ujar Acil Salbiah, saat dijumpai, Sabtu (6/3/2021) pagi.
Mengingat umur yang sudah tua, Acil Salbiah mengaku hanya berjualan tiga hari dalam sepekan, yaitu hari Kamis, Jumat dan Sabtu, di pinggir ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Banjarmasin. Sementara hari lainnya ia pergunakan untuk beristirahat, dikarenakan kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan untuk bisa beraktifitas banyak karena sudah cepat lelah.
Perempuan tua mandiri hingga usia renta ini mengaku punya anak lima, tapi semua anaknya sudah pergi meninggalkannya. Acil Salbiah berjualan bunga alias kambang barenteng kurang lebih sekitar 30 tahun. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pedagang sayur di pasar terapung.
Walaupun ia tidak ingin mengungkapkan berapa penghasilan dari berjualan Kambang Barenteng tersebut. Tetapi dengan penghasilan penjualan bunga seharga 10 ribu per buah itulah yang digunakan untuk menopang kehidupannya.
“Ya walaupun tidak banyak, tapi cukuplah untuk membeli 2-3 liter beras buat makan,” ungkap Acil Salbiah.
Acil Salbiah mengaku hanya tinggal sendiri di rumah, di Pangambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, suaminya sudah meninggal dunia 20 tahun silam, lima anaknya pun sudah tiada, hanya ditemani cucunya.
Acil Salbiah tidak ingin merepotkan cucunya yang hanya berprofesi sebagai tukang ojek.
“Ya walaupun sudah tua begini, saya tidak mau merepotkan mereka. Karena cucu saya juga harus menghidupi istri dan anak-anaknya dengan penghasilan yang tidak seberapa itu,” tutur Acil Salbiah sembari menyirami Kambang Barenteng agar tetap segar.
“Ya yang namanya hidup jalani saja dengan apa adanya, yang penting bisa makan saja sudah cukup. Apa lagi seperti saya di umur yang sudah tua ini, tidak ada banyak kebutuhan juga, dan juga dari pada saya tidak ada kerjaan di rumah lebih baik saya jualan, selama saya masih mampu,” pungkas Acil Salbiah.
(kanalkalimantan.com/tius)
Reporter : tius
Editor : bie
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Rekonstruksi Jalan Penghubung Desa Labuan Tabu, Lok Tangga dan Sungai Besar
-
Bisnis2 hari yang laluBank Kalsel Resmi Menjadi Bank Devisa
-
Hukum2 hari yang laluRevisi UU Polri 2026 Ancam Supremasi Sipil
-
Bisnis1 hari yang laluBank Kalsel Mulai Operasional Bank Devisa, Layani Transaksi Internasional
-
HEADLINE1 hari yang laluSiti Nur Adlina dari MA Hidayatullah Martapura, Terpilih Anggota Paskibraka Nasional 2026 Wakili Kalsel
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluProduk UMKM Unggulan HSU Semarakkan Bazar MTQ ke‑37 di Batola


