HEADLINE
Ledakan Empat Hari Terakhir, Minggu Ada 21 Kasus Baru Covid-19, 1 Meninggal Dunia
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren kenaikan kasus Covid-19 di Kota Banjarbaru terus terjadi dengan rata-rata penambahan puluhan kasus setiap hari. Kota berjuluk Idaman kembali masuk dalam zona merah peta kewaspadaan penyebaran corona.
Per Minggu (24/1/2021) ini, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banjarbaru mencatat adanya penambahan 21 kasus baru. Bersamaan dengan itu pula 1 pasien terkonfirmasi virus corona dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian pada akhir pekan kemarin, tepatnya Sabtu (23/1/2021) sore, Satgas Covid-19 menemukan jumlah kasus yang lebih tinggi, sebanyak 39 kasus. Hal yang sama, angka kematian juga bertambah dimana satu pasien terinfeksi virus dinyatakan meninggal dunia.
Puncaknya ialah pada Kamis (21/1/2020) dan Jumat (22/1/2021) pekan tadi. Ledakan kasus Covid-19 menyebar di seluruh wilayah Banjarbaru, dengan catatan sebanyak 89 kasus baru -Kamis: 46 kasus dan Jumat: 43 kasus-.

Rentetan ledakan kasus Covid-19 di Banjarbaru diprediksi masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Sebab, saat ini tim surveyland Dinas Kesehatan maupun Puskemas terus melakukan upaya tracing dan tracking terhadap mereka yang pernah berkontak erat dengan orang-orang yang dinyatakan terinfeksi virus.
Di sisi lain, gelombang kasus Covid-19 ini semakin memperkeruh situasi di tengah masyarakat yang baru saja dilanda bencana banjir pada awal tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza, mengklaim ledakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini bukanlah faktor dari dampak banjir. Melainkan buah rentetan gelombang penyebaran virus saat berlangsungnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu.

“Perkiraan sementara, lonjakan kasus hari ini disebabkan liburan Nataru akhir Desember awal Januari lalu. Kalau dampak banjir belum terdeteksi karena masih baru saja kejadiannya,” katanya.
Rizana menyebut bahwa kini Banjarbaru tengah dihadapkan pada fenomena baru atas potensi lahirnya gelombang baru penyebaran virus corona. Sebab, bersamaan dengan gencarnya penanganan banjir, protokol kesehatan tak bisa lagi diterapkan secara ketat.
“Kita sekarang harus mewaspadai posko-posko pengungsian warga terdampak banjir agar tidak terjadi klaster Covid-19 di sana. Ini harus diantisipasi,” sebutnya. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : Bie
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
HEADLINE3 hari yang laluSepekan Cuaca Kalsel Cerah Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan Lokal
-
Kalimantan Selatan23 jam yang laluTPP ASN Pemprov Kalsel Naik 26 hingga 98 Persen
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga
-
Budaya3 hari yang laluDitutup Malam Imaji, WSFest 2026 Banjarbaru Dekatkan Sastra dengan Masyarakat
-
HEADLINE2 hari yang laluNakhoda Kapal Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditahan di Polda Kalsel


