Connect with us

Kota Banjarbaru

1 Rumah Sakit di Banjarbaru Belum Akreditasi, Layanan BPJS Tak Diberikan

Diterbitkan

pada

Salah satu rumah sakit umum di kota Banjarbaru yang belum terakreditasi. Foto : rico

BANJARBARU, Ada enam rumah sakit yang berada di kota Banjarbaru, tiga diantaranya dikelola pihak swasta dan sisanya dikelola pemerintah. Di antara keenam rumah sakit tersebut, menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru hanya satu yang belum terakreditasi.

Adapun enam rumah sakit ini adalah RSD Idaman, RS Syamsudin Noor, RS Kartini, RS Syifa Medika, RS Al Mansyur Medika serta RS Mawar. Untuk yang belum terakreditasi disebut adalah RS Al Mansyur Medika.

“Cuman satu yang belum (akreditasi) yakni Rumah Sakit Al Mansyur Medika. Namun sudah tahap proses pengajuan,” kata Kabid Pelayanan dan SDK Dinkes Kota Banjarbaru, Dahrani.

Terkait hubungan dengan kontrak BPJS Kesehatan, Dahrani menegaskan, jika RS Al Mansyur Medika memang belum menjajaki kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga perihal status kontrak antara BPJS dan RS Al Mansyur Medika memang belum ada MoU.

“Kalau dengan lima rumah sakit lainnya sudah semua. Jadi tidak ada masalah,” ujarnya.

Lantaran status kelima RS yang bekerjasama dengan BPJS sudah terakreditasi, Dahrani mengatakam, pelayanan di RS tersebut menggunakan BPJS dalam kondisi normal.

“Memang kita mendengar kabar soal adanya ancaman pemutusan kontrak ini, jika status RS belum terakreditasi. Tapi sejauh ini, semua RS sudah terakreditasi, kecuali yang tadi karena memang belum ada MoU,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarbaru, Yuherlina mengkonfirmasi bahwa RS yang telah disebutkan memang diketahui pihaknya sudah terakreditasi sesuai aturan Permenkes.

“Untuk Banjarbaru aman saja, karena sudah mengurus akreditasinya. Memang untuk RS Al Mansyur Medika belum bekerja sama,” katanya.

Ditambahkannya untuk RS yang sudah bekerjasama sebelumnya sudah melakukan perpanjangan ihwal akreditasi tersebut.  “Memang ada diberi perpanjangan untuk mengurus akreditasi dan setahu kita semuanya sudah lulus,” pungkasnya.

Terpisah, berkaitan dengan lancarnya status akreditasi rumah sakit yang ada di Kota Banjarbaru. Beberapa pasien memang merasa lebih tenang. Apalagi bagi mereka yang harus rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit.

Sebab, apabila ada pihak RS yang acuh terhadap akreditasi ini. Bukan tidak mungkin, BPJS akan mencopot kerjasama mereka. Yang mana jika hal ini terjadi, pasien pengguna BPJS akan sangat dirugikan.

Munawarah Utari, warga Cempaka ini mengaku lega ketika mendengar kabar ini. Pasalnya ia termasuk yang harus rutin memeriksa tubuhnya ke RSD Idaman di Trikora Banjarbaru.

“Saya dianjurkan rutin melakukan hemodialisis (cuci darah) karena ada gangguan ginjal. Biasanya dalam sebulan harus ada, idealnya satu pekan sekali,” ujarnya.

Maka Utari merespons dengan lancarnya akreditasi dan kerjasama antara RS dengan BPJS baginya sangat menenangkan. “Ya kalau BPJS tidak beroperasi lagi, kita bingung harus bagaimana,” katanya. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->