Kabupaten Banjar
Wacana Dibukanya Pengajaran Tatap Muka di Pesantren, Pemkab Banjar Siapkan Perbup!
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA– Pemkab Banjar berwacana membuka pengajaran tatap muka di pondok pesantren menyusul ditetapkannya adaptasi kehidupan baru. Namun demikian, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjar meminta sejumlah persyaratan harus terpenuhi terkait protokol kesehatan Covid-19.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar HM Hilman mengataan, saat ini pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi berama perwakilan pessantren di Kabupaten Banjar. Langkah tersebut untuk mencari jalan terbaik guna menjawab keluhan pengajar dengan tidak adanya pengajaran.
“Tujuan rapat koordinasi ini kita meminta masukan dan arahan dalam teknis pelaksanan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka agar saat pondok pesantren dibuka tidak menimbulkan kasus- kasus baru Covid-19,” terangnya.
Hilman menegaskan, pesyaratan untuk membuka pengajaran tatap muka di Pondok Pesantren cukup banyak. Pengurus atau pimpinan pondok pesantren harus mengajukan kesiapannya untuk dengan salah satunya mempersiapkan fasilitas protokol kesehatan. Mulai dari pengukur suhu panas badan, fasilitas cuci tangan, dan proses menjaga jarak fisik saat pembelajaran tatap muka.
“Termasuk menggunakan masker dan juga semua warga di lingkungan pesantren harus sehat dan mendapatkan surat rekomendasi dari tim kesehatan,” paparnya.
Nantinya, akan ada tim yang melakukan survei terkait kelayakan pesentren untuk membuka pengajaran tatap muka. “Saat ini sudah ada sekitar sembilan pondok pesantren yang mengajukan pembukaan pembelajaran kepada Gugus Tugas untuk mendapatkan rekomendasi terkait dengan pembelajaran tatap muka. Salah satunya Ponpes Darul Hijrah Putra,” paparnya.
Hilman juga menyampaikan, Pemkab sedang menyusun regulasi hukum berupa Peraturan Bupati (Perbub) terkait pengajuan untuk pembukaan pembelajaran kepada GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar.
Di sisi lain, Wakil ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kabupaten Banjar yang juga Komandan Dandim 1006 / Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto mengingatkan, pembukaan Ponpes harus dibarengi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Sementara itu, Saifullah selaku perwakilan Ponpes di kabupaten Banjar menyampaikan, lamanya liburan santri justru memiliki potensi kerawanan lebih tinggi. “Santri yang ada di luar lebih rawan terpapar covid-19. Alangkah lebih baiknya pesantren dibuka kembali dan pengajaran dilakukan secara tatap muka. Ponpes juga bisa mengawasi sesuai protokol kesehatan covid-19 agar bisa mengurangi kasus di Kabupaten Banjar ini,” dalihnya.(Kanalkalimantan.com/putra)
Editor : Cell
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluAksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluKemegahan Pembukaan MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluPemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluMTQN ke-56 Kotabaru Resmi Dimulai, 498 Peserta Ikuti 17 Cabang Lomba
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Bersama Alim Ulama dan Habaib Ikuti Haul Ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI






