Kabupaten Hulu Sungai Utara
Unjuk Rasa Mahasiswa di HSU, Soroti Karhutla dan Mafia BBM Bikin Langka
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (7/9/2026) pagi.
Sambil membawa poster dan spanduk tuntutan, para mahasiswa secara tegas mendesak DPRD dan pemerintah daerah berkomitmen nyata menyelesaikan persoalan mendesak. Diantaranya memperketat kewaspadaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengakibatkan kabut asap, menindak tegas pelaku pembakaran lahan, menstabilkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) serta mengusut dan menindak tegas praktik mafia BBM.
Merespons tuntutan tersebut, Bupati HSU H Sahrujani didampingi Wakil Bupati Hero Setiawan, pejabat SKPD, serta Forkopimda turun langsung berhadapan dengan para mahasiswa bersama Ketua DPRD HSU H Fadillah dan anggota menerima dan menjawab tuntutan yang disampaikan.
Baca juga: Tiga Dekade Menanti Rumah Ibadah GBI Kemah Kesaksian Banjarmasin

Bupati Sahrujani secara terbuka menyatakan kesiapan menerima seluruh masukan yang dilayangkan mahasiswa sebagai bahan perbaikan dan langkah tindak lanjut pemerintah daerah.
“Kami menerima dengan baik semua masukan yang disampaikan adik-adik sekalian. Hal-hal yang menjadi perhatian kalian akan kami pelajari dan tindak lanjuti secepatnya demi kepentingan masyarakat Kabupaten HSU,” kata Sahrujani di hadapan para demonstran.
Terkait Karhutla, Bupati memastikan upaya dan langkah optimal dalam menanggulanginya.
Sedangkan terkait persoalan BBM, pihaknya bersama DPRD HSU telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani permasalahan tersebut.
Sementara, Ketua DPRD HSU H Fadillah memastikan komitmen lembaga legislatif menampung dan membahas seluruh aspirasi yang disampaikan.
“Semua masukan dari adik-adik mahasiswa tentunya kami pelajari dan dibahas di rapat kerja nantinya,” tegas Fadillah.
Baca juga: “Antasan Banjar Festival 2026” Melestarikan Musik Tradisi

Dalam aksi unjuk rasa, mahasiswa menyoroti memburuknya kualitas udara akibat kabut asap Karhutla yang belum tertangani optimal. Harga BBM di pengecer yang tinggi dan kelangkaan di beberapa titik karena diduga terkait praktik permainan harga.
Mereka menegaskan Karhutla bukan sekadar fenomena alam, dan pelaku pembakaran lahan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Suasana penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan damai. Berkas tuntutan diserahkan dan diterima langsung oleh pimpinan daerah. Para mahasiswa berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat, jika tidak ada perubahan signifikan, mereka berencana kembali menggelar aksi serupa. (Kanalkalimantan.com/dew)
Reporter: dew
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluPipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol, Krisis Air Ancam Banjarbaru-Martapura
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluPipa BPAM Banjarbakula Bocor, PTAM Intan Banjar Optimalkan Air Irigasi Riam Kanan untuk Jaga Pasokan Air
-
HEADLINE2 hari yang laluPerbaikan Pipa Jebol BPAM Banjarbakula Ditarget Rampung 10 Hari
-
Olahraga3 hari yang laluOpen Drag Bike Bangkit 2026 di Amuntai Meriahkan HUT ke-81 TNI
-
Kabupaten Banjar3 hari yang lalu78 Peserta Ikuti Lomba Pertolongan Pertama PMR Tingkat Madya Se-Kabupaten Banjar
-
Olahraga3 hari yang laluIPSI Kalsel Gelar Pelatihan Sertifikasi Pelatih dan Wasit Juri



