ADV BARITO KUALA
Siaga Karhutla: BPBD Batola Aktifkan Langkah Tanggap Darurat di Kecamatan Jejangkit dan Kuripan
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN- Kecamatan Jejangkit dan Kuripan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, tengah menghadapi risiko serius terhadap kebakaran hutan dan lahan yang melanda daerah ini.
Dua wilayah kecamatan ini telah diidentifikasi sebagai titik rawan utama. Kecamatan Jejangkit, yang mencakup beberapa desa seperti Jejangkit Muara, Jejangkit Timur, Bahadang, dan Sampurna, serta Desa Jambu di Kecamatan Kuripan, menjadi sorotan terkait ancaman kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batola, Budimansyah, mengungkapkan bahwa meskipun kebakaran lahan di Desa Jambu telah berhasil dipadamkan, situasi masih kritis di beberapa wilayah lainnya. Informasi terkini mengindikasikan bahwa titik-titik panas yang berpotensi menjadi titik api masih ditemukan di Kecamatan Jejangkit dan Kuripan.
“Sedangkan di Kecamatan Kuripan di Desa Jambu. Kebakaran lahan di Desa Jambu sudah padam,” kata Budimansyah.
Pihak berwenang telah mengambil tindakan proaktif untuk mengatasi situasi ini. Surat dari Penjabat Bupati Batola telah diarahkan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut, meminta mereka untuk tetap waspada dan siaga menghadapi risiko karhutla.
Dalam kurun waktu 25 Juni hingga 30 Juli, tercatat sebanyak 18 peristiwa kebakaran lahan telah terjadi dengan luas lahan terdampak mencapai 62,6 hektar. Kebanyakan lahan yang terdampak meliputi semak belukar dan purun, terutama terkonsentrasi di Kecamatan Jejangkit dan Kuripan.
Meskipun penyebab pasti terjadinya kebakaran lahan masih dalam tahap penyelidikan, dugaan awal menunjukkan faktor kesengajaan dan kelalaian manusia sebagai penyebabnya. Petugas dari BPBD Batola bekerjasama dengan BPBD Kalimantan Selatan dan tim relawan untuk merespons ancaman ini. Upaya pemadaman dilakukan di berbagai wilayah terdampak, seperti yang terlihat di Desa Bahandang, Kecamatan Jejangkit. Kendati begitu, pemadaman di area yang sulit dijangkau memerlukan bantuan helikopter untuk mengirimkan bom air.
“Pemadaman karhutla yang mudah dijangkau Satgas Darat. Kalau di tengah lahan, itu harus menggunakan helikopter untuk menjatuhkan bom air,” pungkasnya.
Masyarakat juga terlibat aktif dalam upaya penanggulangan ini. Warga Desa Jambu Baru, yang berdekatan dengan Desa Jambu di Kecamatan Kuripan, turut serta dalam pemantauan dan pengawasan potensi karhutla. Mereka prihatin bahwa kabut asap dari kebakaran dapat berdampak negatif terhadap lokasi pemancingan ikan sungai yang menjadi daya tarik khusus di desa tersebut.
Pihak berwenang, termasuk anggota Polsek Kuripan dan relawan, telah berupaya untuk memadamkan api di berbagai titik terdampak. Langkah ini melibatkan kolaborasi antarinstansi dalam rangka menghadapi risiko karhutla dan menjaga keamanan wilayah.
Dengan dukungan dan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, diharapkan langkah-langkah proaktif ini dapat terus ditingkatkan. Keberlanjutan alam Kabupaten Barito Kuala menjadi prioritas dalam menghadapi tantangan serius ini, untuk menjaga keindahan alam dan sumber daya alam yang ada, serta melindungi masa depan generasi mendatang.(www.kanalkalimantan.com/kk)
Reporter : kk
Editor : rdy
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluKebun Raya Banua Dibuka H+2 Lebaran
-
Kriminal Banjarmasin2 hari yang laluBuser Polsek Banjarmasin Timur Bekuk Pelaku Pencurian Motor di Langgar Darussalam
-
HEADLINE2 hari yang laluPuspom Tahan Pelaku Penyiraman Air Keras, Ini Pangkat TNI Mereka dari Denma Bais
-
Kota Banjarbaru3 hari yang lalu7.062 Pegawai Pemko Banjarbaru Terima THR, PNS dan PPPK hingga PJLOP
-
Bisnis3 hari yang laluPenumpang Mudik Angkutan Laut Pelindo Sub Regional Kalimantan Tumbuh 15,45 Persen
-
Infografis Kanalkalimantan3 hari yang lalu18 Maret Hari Arsitektur Indonesia, Cermin Peradaban





