HEADLINE
Selama Pandemi Kasus Perceraian di HSU Turun, Cerai Gugat Perempuan Terbanyak
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Masa pandemi virus corona (Covid-19), angka perceraian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) malah cenderung mengalami penurunan.
Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan beberapa daerah lain yang mengalami lonjakan perceraian di masa pandemi seperti sekarang ini.
Ketua Pengadilan Agama (PA) Kelas 1B Amuntai Rusdiansyah kepada Kanalkalimantan.com, Rabu (30/12/2020) siang, membenarkan penurunan angka perceraian dan perkara-perkara lainnya tersebut di karenakan beberapa alasan.
Dikatakanya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, jumlah perkara yang diterima pada Pengadilan Agama Amuntai Kelas 1B mengalami penurunan.

Pada tahun 2019 perkara yang didaftarkan berjumlah 1.262 perkara, sedangkan di tahun 2020 jumlahnya 895 perkara atau mengalami penurunan sebesar 29%.
“Perkara yang didaftarkan di Pengadilan Agama Amuntai ini didominasi oleh perkara cerai gugat, kemudian dispensasi kawin, cerai talak dan istbat nikah,” ujar Rusdiansyah saat ditemui di kantor.
Adapun penyebab penurunan angka perceraian tahun 2020 ini, menurutnya disamping kondisi pandemi yang masih berlangsung, adanya batasan umur dispensasi perkawinan juga menjadi alasan.
“Sekarang dispensasi perkawinan dibatasi karena adanya perubahan Undang-Undang perkawinan pada batas usia perkawinan, dimana dahulunya 16 tahun sekarang menjadi 19 tahun,” beber Rusdiansyah.
Namun, tambahnya selain alasan-alasan tersebut untuk memastikan penyebab pasti penurunan angka perceraian tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Adapun terkait perkara perceraian, ia menyebutkan lebih didominasi atau diajukan oleh pihak perempuan melalui cerai gugat yakni sebanyak 447 perkara. Dibandingkan dengan cerai talak yang dilayangkan oleh pihak laki-laki yakni sebanyak 119 perkara.
Terkait alasan gugatan perceraian, ia mengungkapkan disamping faktor ekonomi yang menimbulkan konflik di rumah tangga, kekerasan di rumah tangga sampai alasan-alasan lainnya.
Sementara itu, untuk jumlah perkara yang berhasil dimediasi pada tahun 2020 terdapat 10 perkara, berhasil diselesaikan melalui proses mediasi dari 116 perkara yang dapat dimediasi.
“Selama ini perkara yang paling banyak kita mediasikan yaitu masalah pembagian harta gono-gini,” ujarnya.
Dirinya mengaku bersyukur seluruh mediasi yang selama ini berhasil diselesaikan, juga berkat dukungan dari para pengacara yang sungguh-sungguh ingin menyelesaikan permasalahan dengan cara berdamai. (kanalkalimantan.com/dew)
Editor : Bie
-
HEADLINE2 hari yang laluApril – Mei Wilayah Kalsel Memasuki Kemarau, Karakteristik Lebih Kering
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI
-
HEADLINE3 hari yang laluPemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTambal Sulam Titian Kayu Murung Selong Banjarmasin
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluIbu Kota Kalsel Catat 207 Ribu Pemilih Hasil PDPB 2026
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluTanpa Sayembara, Ini Logo Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin





