Connect with us

Kalimantan Selatan

Sekolah Rakyat BLK Sungai Ulin Beroperasi, Mensos Gus Ipul Berbincang dengan Orangtua Siswa

Diterbitkan

pada

Mensos Gus Ipul berdialog bersama calon siswa siswi Sekolah Rakyat, guru tenaga pendidik, dan orangtua di BLK Sungai Ulin Banjarbaru, Senin (22/9/2025) sore. Foto: wanda 

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul datang menyapa ratusan calon siswa-siswi Sekolah Rakyat di Balai Latihan Kerja (BLK) Sungai Ulin, Banjarbaru, Senin (22/9/2025) sore.

Gus Ipul tiba di Sekolah Rakyat rintisan ketiga setelah BBPPKS dan Sentra Budi Luhur pada pukul 17.00 Wita. Mantan Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur ini langsung bertatap muka dengan calon siswa, guru dan tenaga pendidik serta orangtua siswa.

Tanpa canggung, Gus Ipul memberikan pemahaman tentang Sekolah Rakyat sekaligus langsung berdialog dan berbagi cerita dengan para siswa dan para orangtua siswa.

Baca juga: Ayam Murung Panggang Asal HSU Ditetapkan sebagai Rumpun Ternak Baru di Indonesia

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf. Foto : wanda

Salah satunya, Sri Rahmawati asal Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang menceritakan latar belakang keluarganya yang sulit membuat anaknya terpilih menjadi bagian Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Syukur Alhamdulillah pemerintah menolong masyarakat yang kurang mampu. Anak saya sempat sekolah, tapi saat kelas 1 SD ampih (Berhenti, red) alasannya biayanya tidak ada lagi, habis kelas satu tidak diteruskan lagi sekolah,” ujar ibu dari salah satu calon siswa Sekolah Rakyat di BLK Sungai Ulin Banjarbaru saat diwawancarai.

Sri mengatakan, anaknya yang bernama Muhammad Aditya didatangi oleh petugas Program Keluarga Harapan (PKH) setempat karena kondisi keluarga mereka yang memprihatinkan.

Baca juga: AirAsia Buka Penerbangan Internasional Langsung Kuala Lumpur – Banjarmasin, 4 Kali Sepekan

Sri Rahmawati bersama anaknya Muhammad Aditya yang menjadi calon siswa Sekolah Rakyat BLK Sungai Ulin Banjarbaru. Foto: wanda 

Sempat tinggal bersama ayah kandungnya yang bekerja serabutan pascaperceraian, namun tak lama Aditya akhirnya kembali ke ibunya.

Aditya masih tidak mendapat kesempatan untuk sekolah karena terkendala biaya. Dirinya pun berpesan kepada sang anak agar belajar dengan rajin, dan aktif nantinya di Sekolah Rakyat.

“Harapannya semoga anakku jadi anak yang pintar, saleh berbakti pada orangtua, menjadi anak yang baik dan menggapai cita-citanya menjadi polisi, mudah-mudahan tercapai,” Sri menutup dengan doa seorang ibu.

Setelah berdialog akrab dengan beberapa siswa dan orangtua, Mensos Gus Ipul mengaku terkesan pada pertemuan pertana dengan para calon siswasiswi Sekolah Rakyat di Kalsel ini.

Baca juga: 343 Peserta Ikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD

“Cukup mengharukan pertemuan hari ini. Ini pertemuan pertama kami. Kami berharap nanti setelah tanggal 29 dimulai semuanya berjalan lancar, belajar dari titik-titik yang sudah memulai pembelajaran di tanggal 14 Juli,” ujar lelaki kelahiran 28 Agustus 1964 diwawancarai terpisah.

Mensos Gus Ipul menjelaskan proses masuk calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan dengan proses seleksi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada tahap awal, tercatat ada 20 siswa tingkat SD dan 70 siswa tingkat SMA yang akan belajar di Sekolah Rakyat BLK. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat kapasitas yang tersedia masing-masing dua rombongan belajar untuk SD dan SMA.

“Jadi seleksinya itu tidak membuka pendaftaran,
tapi mereka keluarga yang ada di DTSEN kemudian didatangi oleh pendamping, lalu dikoordinasikan dengan Dinas Sosial setempat, diproses sampai mereka lolos administrasi dan mereka bersekolah di Sekolah Rakyat,” jelas ayah empat anak ini.

Baca juga: Atlet Kota Banjarbaru Jalani Latihan Intensif Jelang Porprov Kalsel 2025

Di tahun ini ada 165 titik Sekolah Rakyat tersebar di seluruh Indonesia. Menjadi upaya yang tidak terpisahkan dalam menuntaskan kemiskinan, dengn melibatkan program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto sehingga terintegrasi satu dengan yang lain dan saling memperkuat.

“Ini sifatnya tadi saya sampaikan, sementara di sini nantinya akan ada gedung yang dibangun. Yang lahannya disediakan oleh Gubernur atau oleh Bupati Wali Kota,” imbuhnya.

Melalui Sekolah Rakyat ini pemerintah melakukan pembinaan terhadap orangtua hingga memberikan bantuan seperti membuat rumah layak huni.

“Begitu dalam proses ini, kita harapkan 3 sampai 4 tahun ke depan keluarganya sudah bisa jadi keluarga yang lebih mandiri,” sambung dia.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Sei Asam–Balai Pertanian Kapuas Dimulai

Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah terus mengawal minat dan bakat serta cita-cita siswa Sekolah Rakyat hingga bisa menempuh jenjang pendidikan yang tinggi.

“Bagi siswa Sekolah Rakyat yang ingin meneruskan kejenjang perguruan tinggi, nanti akan dikawal, didampingi, dibimbing. Tapi bagi siswa yang ingin bergegas atau memilih jalur profesi, akan disiapkan. Jadi betul-betul mengikuti minatnya para siswa,” tuntas Gus Ipul. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca