Connect with us

Lingkungan

Saat Sasirangan dan Soto Banjar Jadi Perbincangan Pelajar di Taiwan

Diterbitkan

pada

Dosen FMIPA ULM Dwi Rasy Mujiyanti menjadi bagian tim pengabdian internasional terkait edukasi lingkungan bagi pelajar di Neili Junior High School, Taoyuan–Taipei, Taiwan, yang berlangsung 16–20 Desember lalu.  Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah aspek dalam budaya Banjar menjadi topik hangat di sela pengabdian internasional terkait edukasi lingkungan bagi pelajar di Neili Junior High School, Taoyuan–Taipei, Taiwan, yang berlangsung 16–20 Desember lalu. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa asing multinasional dari Indonesia, Philipina, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat.

Di antara yang terlibat pada kegiatan tersebut, Dwi Rasy Mujiyanti, dosen Jurusan Kimia pada Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru. Dwi yang juga tengah menempuh program doctoral di Chungyuan Cristiant University (CYCU) Taiwan, menjadi bagian aktif dalam praktik lingkungan berbasis tanaman.

“Pada kegiatan ini kami mengenalkan aktivitas penanaman dan perawatan tanaman hias sederhana pada pelajar melalui konsep dasar teknik lingkungan, seperti siklus nutrien, penyerapan unsur hara oleh tanaman, peran media tanam dan air, serta fungsi tanaman dalam meningkatkan kualitas lingkungan mikro. Pendekatan ini menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat dimulai dari skala kecil dengan landasan ilmiah yang kuat,” katanya.

Baca juga: Pelatihan AI Ready ASEAN: AI Itu Alat Pendukung, Bukan Pengganti Manusia

Kolaborasi antara siswa Neili Junior High School dan mahasiswa asing menciptakan ruang dialog ilmiah dan budaya yang dinamis. Diskusi mengenai isu lingkungan di berbagai negara menumbuhkan kesadaran bahwa tantangan lingkungan bersifat global dan memerlukan solusi kolaboratif lintas negara dan lintas disiplin.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, pengabdian internasional menjadi implementasi nyata peran akademisi teknik lingkungan dalam edukasi berkelanjutan, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, aksi iklim, serta mewujudkan kemitraan global,” jelas mahasiswa PhD Teknik Lingkungan ini.

Menariknya, tidak hanya sebagai sarana memperkenalkan kesadaran lingkungan pada pelajar Junior High School, kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan perayaan winter solstice ini juga menjadi sarana diplomasi budaya. Dalam hal ini, budaya Banjar mulai kuliner hingga kerajinan khas Kalimantan Selatan menjadi bagian dari pengenalan yang menarik minat siswa.

“Pada kesempatan itu saya menjelaskan tentang kain tradisional Sasirangan. Mulai cara pembuatan, nilai filosofi, hingga aspek kimia lingkungan terkait proses pewarnaan tekstil, interaksi zat warna dengan serat kain, serta isu keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Baca juga: 2 Jenis Lead Generation untuk Menarik Prospek Berkualitas

Pada sesi itu, kata Dwi, siswa dan guru pendamping antusias bertanya tentang Sasirangan yang menjadi salah satu kain tradisional di Indonesia yang lestari. Tak hanya itu, Soto Banjar, yang merupakan salah satu makanan khas Banua menjadi menu yang dihidangkan untuk special lunch bagi siswa dan tamu internasional.

“Ini menjadi bagian dari penguatan interaksi lintas budaya dalam suasana edukatif dan inklusif. Tak kalah penting, mereka semua menyukai Soto Banjar. Bahkan beberapa guru pendamping ada yang meminta resep pembuatannya,” ungkapnya.

Kolaborasi antara siswa Neili Junior High School dan mahasiswa asing menciptakan ruang dialog ilmiah dan budaya yang dinamis. Diskusi mengenai isu lingkungan di berbagai negara menumbuhkan kesadaran bahwa tantangan lingkungan bersifat global dan memerlukan solusi kolaboratif lintas negara dan lintas disiplin.

Melalui rangkaian kegiatan ini, pengabdian internasional tidak hanya berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya, tetapi juga sebagai implementasi nyata peran akademisi teknik lingkungan dalam edukasi berkelanjutan, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, aksi iklim, dan kemitraan global.(Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter: ril
Editor: cell


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca