Kota Banjarbaru
RSDI Banjarbaru Siapkan Pengembangan Layanan di Sipopi
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Manajemen Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru membuka ruang masukan dari masyarakat untuk meningkatkan pelayanan rehabilitasi medik, khususnya bagi pasien anak atau pediatri.
Hal itu dibahas dalam focus group discussion (FGD) yang digelar RSDI Banjarbaru bersama sejumlah perwakilan masyarakat, Jumat (21/8/2026).
Direktur RSDI Banjarbaru, dr Danny Indrawardhana mengatakan, layanan rehabilitasi medik pediatri menjadi perhatian karena jumlah pasien yang terus meningkat. Di sisi lain, pihaknya menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam sistem pelayanan yang berjalan.
“Karena itu kami mencoba membuka diri, khususnya untuk pelayanan tematik ini, agar pengguna layanan bisa memberikan masukan kepada kami,” katanya.
Baca juga: Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Menurut Danny, peningkatan layanan bagi pasien pediatri tidak hanya menjadi tanggung jawab rumah sakit. Diperlukan koordinasi antara rumah sakit, orang tua pasien dan Dinas Kesehatan agar penanganan dapat berlanjut hingga ke lingkungan rumah.
“Harapannya orang tua pasien, Dinas Kesehatan dan kami bisa berkoordinasi, sehingga penanganannya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga bisa dilakukan di rumah,” ujarnya.
Selain pelayanan medis, RSDI juga menyiapkan pengembangan layanan berbasis teknologi. Rumah sakit tersebut telah memiliki aplikasi Sipopi yang ke depan akan dikembangkan untuk mendukung pelayanan, termasuk sistem antrean pasien.
Danny menyebut antrean pasien pediatri menjadi salah satu hal yang akan diakomodasi dalam pengembangan aplikasi tersebut.
“Rencananya khusus untuk antrean pasien yang cukup banyak ini akan kami buat di Sipopi,” jelasnya.
Baca juga: Jalan Santai Bersama Ketua DPRD Banjarbaru di Cempaka Sari
Sementara itu, perwakilan masyarakat dari Yayasan Ruang Pelita Kalimantan, Retno Sulisetiyani, berharap FGD tersebut menghasilkan berbagai gagasan untuk memperkuat pelayanan rehabilitasi medik pediatri.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi agar pasien, khususnya anak berkebutuhan khusus, dapat mengakses layanan dengan lebih mudah tanpa terkendala antrean maupun akses pelayanan.
“Harapannya mereka bisa mengakses itu dengan mudah, tidak terhambat,” katanya.
Retno juga mendukung adanya pelibatan masyarakat melalui pembentukan kader yang dapat membantu memberikan stimulasi kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Kami juga mendukung ide untuk menjangkau masyarakat menjadi kader-kader yang memberikan stimulasi pada anak-anak yang membutuhkan,” tuntasnya.(Kanalkalimantan.com/al)
Reporter: al
Editor: kk
-
HEADLINE1 hari yang laluAlasan Kesehatan, Wakil Wali Kota Wartono Ajukan Pengunduran Diri
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Serahkan Bantuan Mesin dan Perlengkapan Pemadam untuk 75 BPK
-
HEADLINE1 hari yang laluPenampang Saluran Drainase di Ahmad Yani Km 33,5 Tak Mampu Tampung Air
-
HEADLINE2 hari yang laluKualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJangan Lengah dari Ancaman Karhutla, Bupati Kapuas Perkuat Sinergi Lintas Sektor
-
Bisnis1 hari yang laluKalsel Membidik sebagai Pusat Gerbang Logistik Kalimantan



