Connect with us

HEADLINE

Retribusi Masuk Tahura Sultan Adam Kini Non Tunai, Pengelola Siapkan QRIS

Diterbitkan

pada

Loket pembayaran retribusi masuk Tahura Sultan Adam yang dipenuhi pengunjung membayar dengan nontunai atau QRIS. Foto:  wanda

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Salah satu situs geologi Geopark Meratus yakni Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kalimantan Selatan (Kalsel) terus bertransformasi dengan menerapkan sistem pembayaran retribusi elektronik atau digital per 1 Juli 2025.

Digitalisasi retribusi sebagai langkah penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik, mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah.

Per tanggal 1 Juli 2025, masyarakat yang pergi berwisata ke Tahura Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, diharuskan memakai QRIS atau aplikasi m-banking untuk melakukan pembayaran retribusi masuk.

Baca juga: Langganan Banjir di Tonhar Minta Solusi Embung, Ketua DPRD Banjarbaru Dukung Usulan Warga

Kadishut Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra. Foto: wanda

Setelah hampir dua pekan diberlakukan, ternyata di lapangan diakui oleh Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, masih ditemukan sejumlah kendala.

“Kita per 1 Juli kemarin sudah masuk melalui non tunai, tetapi ternyata di lapangan masih ada beberapa kendala dari Bank Kalsel, internet dan lain sebagianya,” ujar Kadishut Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra kepada Kanalkalimantan, Jumat (11/7/2025).

Saat ini pembayaran QRIS belum 100 persen dapat dilakukan. Kendati demikian, perempuan yang akrab disapa Aya ini mengungkap bahwa UPT Tahura Sultan Adam terus berupaya ke agar kebijakan terkait sistem pembayaran retribusi elektronik atau digital ini dapat diterapkan.

“Kita sudah berkordinasi juga dengan pak Sekda terkait bagaimana caranya agar kita bisa 100 persen melakukan transaksi non tunai,” ungkapnya.

Baca juga: Ketua Dekranasda Kapuas Hadiri Puncak HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan

Kebijakan ini diharapkan dapat menekankan pentingnya optimalisasi potensi PAD melalui tata kelola keuangan yang transparan dan berbasis teknologi.

“Walaupun saya tidak melihat itu ada penyelewengan, tapi itu paling tidak non tunai menjadi sesuatu yang lebih hampir tidak ada kebocoran, saya harapkan demikian,” jelas dia.

“Kalau tunai saya takutnya nanti dikasih orang dan sebagainya, padahal walaupun saya tahu anak-anak UPT Tahura tidak akan melakukan itu,” tambah Aya.

Selain mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, langkah pembayaran non tunai juga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan daerah.

Baca juga: Pelantikan Anggota PAW DPRD HSU, Ini Kata Bupati H Sahrujani

“Di samping itu kita juga sedang dalam era digital, sehingga harapannya bisa seperti masuk Bandara yaitu menggunakan tapcash,” tutupnya.

Salah satu petugas kegiatan retribusi Tahura Sultan Adam, Rusliansyah mengatakan, sejak diberlakukan pembayaran non tunai antusias pengunjung yang menggunakan QRIS sudah mencapai angka 70 persen hingga 80 persen.

“Lebih memilih QRIS untuk sementara karena diberlakukan kebijakan maka yang sudah memakai QRIS 70-80 persen,” ujar Rusliansyah, Sabtu (12/7/2025).

Dia mengatakan bahwa tak dukungan jaringan internet bukan menjadi kendala utama pengunjung yang ingin membayar retribusi masuk Tahura Sultan Adam.

Baca juga: ” Babarasih Baimbai” Wali Kota Lisa Halaby dengan Warga, Sampah Aliran Sungai Tonhar Dibersihkan

Pihak UPT Tahura sudah menyediakan free wifi agar pengunjung bisa mengakses jaringan dan melakukan pembayaran.

“Kendalanya mereka gak punya aplikasi seperti m-banking, dana, shopeepay dan lain sebagainya. Kalau jaringan di sini kita menyediakan wifi gratis, jadi untuk masalah jaringan kita aman bisa terkendali,” imbuhnya.

Untuk sementara, kata dia, alat pembayaran non tunai yang dimiliki masih berjumlah satu buah. Kedepannya alat pembayaran itu pun rencananya akan ditambah dengan bekerja sama Bank Kalsel.

Terkait pembayaran non tunai ini diakui oleh Rizal  salah satu pengunjung Tahura Sultan Adam memudahkan masyarakat yang kebanyakannya sudah menyimpan uang di dalam aplikasi m-banking.

“Pertama kali bayar pakai QRIS masuk Tahura ini, biasanya cash aja. Sudah bagus saja karena sekarang banyak yang menyimpan uang di aplikasi seperti Dana,” ungkap Rizal  salah satu pengunjung asal Kota Banjarmasin.

Rizal pun mengaku tak mengalami kesulitan jaringan saat mengakses pembayaran melalui QRiS sebab telah disediakan wifi gratis.

“Alhamdulillah bagus dan mudah saja jaringannya, aman karena tersedia wifi. Memang sudah sering ke Tahura untuk liburan keluarga kebetulan hari ini membawa tiga rombongan keluarga,” tandas Rizal. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca