DPRD BANJARBARU
RDP Bahas Jembatan Km 31,5 Banjarbaru, BPJN Kalsel Tak Menjawab Tuntutan Warga
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tuntutan penyelesaian masalah dampak ekonomi warga kawasan proyek Jembatan Sei Ulin, Jalan A Yani Km 31,5 Banjarbaru dibawa ke rumah wakil rakyat, Selasa (19/8/2025) siang.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP), pelaksana pembangunan jembatan yakni Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan perwakilan warga saling bertemu
RDP dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera bersama anggota Komisi III melibatkan sejumlah pihak tidak juga membuahkan hasil.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kapuas Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT Ke-80 RI

Rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (19/8/2025) siang, dihadiri BPJN Kalsel dan perwakilan warga terdampak yang dipanggil. Foto: Humas DPRD Banjarbaru
Ketua DPRD Kota Banjarbaru mengatakan pihaknya masih akan menunggu jawaban dari BPJN Kalsel perihal tuntutan warga yakni dampak ekonomi yang dirasakan.
“Kita beri waktu BPJN untuk menyampaikan jawaban hingga tanggal 25 Agustus 2025, minggu depan sudah harus ada jawaban dari BPJN,” kata Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera di gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (19/8/2025) siang.
Gusti Rizky mendorong ada kepastian atau tindaklanjut dari BPJN Kalsel untuk menyelesaikan dampak ekonomi yang dituntut oleh belasan warga ini.
Baca juga: Komisioner KPID Kalsel Periode 2025-2028 Dilantik, Ini Tujuh Namanya
“Apakah BPJN akan menjawab dari dampak masyarakat ekonomi yang dirasakan masyarakat atau tidak, ini akan kita ketahui di 25 Agustus,” imbuhnya.
Ditanya soal hasil RDP, Gusti Rizky menyatakan BPJN Kalsel hanya membahas seputar hal teknis, yang sebelumnya telah diselesaikan bersama warga terdampak.
“BPJN menyampaikan keberlangsungan progress dari awal pengerjaan hingga saat ini,” sambung Rizky.
Baca juga: BI Kalsel Lepas Peserta QRIS Jelajah Indonesia 2025
Para wakil rakyat masih memberi waktu kepada BPJN, agar nantinya di 25 Agustus mendatang, sebagai pemilil proyek memastikan apakah bisa atau tidak memenuhi tuntutan warga.
“Khususnya dampak ekonomi masyarakat,” tegasnya
Terpisah, awak media mencoba mengkonfirmasi pihak BPJN Kalsel seusai RDP. Namun, belum ada respon maupun tanggapan yang diberikan BPJN Kalsel untuk menjawab pertanyaan awak media. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Pemprov Kalsel2 hari yang laluDisdikbud Kalsel Siapkan Program Peningkatan Kapasitas Siswa SMK
-
HEADLINE2 hari yang laluSekda Banjarmasin Jadi Staf Ahli, Tujuh Pejabat Kena Rotasi
-
HEADLINE2 hari yang laluTatap Muka Normal, Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring
-
Kota Banjarmasin1 hari yang laluDijadikan Staf Ahli, Ini Kata Mantan Sekda Banjarmasin Ikhsan
-
HEADLINE1 hari yang laluHaul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Sejak Kecil Sudah Punyai Keistimewaan
-
Olahraga2 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Tahapan Entry by Number, Atlet Maksimal Kelahiran 2009





