Pemprov Kalsel
Raperda APBD Kalsel 2020 Disahkan, Pendapatan Ditarget Naik 6,65%
BANJARMASIN, Rapat paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Senin (11/11) siang, secara resmi mengesahkan Raperda APBD Provinsi Kalsel tahun anggaran 2020.
Raperda langsung ditandatangani Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK bersama Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor beserta Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Hj Mariana dan Hj. Karmila.
Sesuai dengan RAPBD Kalsel tahun anggaran 2020, disepakati target pendapatan daerah sebesar Rp6,9 triliun, target pendapatan ini mengalami kenaikan sebesar 6,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp6,5 triliun. Sedangkan dari komponen belanja, RAPBD Kalsel 2020 ditargetkan sebesar Rp7,3 triliun.
“Harapan kami, untuk RAPBD yang sudah diketuk bisa cepat dan tanggap untuk dialokasikan pembangunannya,†kata Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK, Senin (11/11) siang.
Supian mengakui, dari RAPBD 2020 mengalami kenaikan, karena belanja juga meningkat. “Perlu diketahui, karena kita mengakui ada peningkatan. Belanjanya sangat tinggi,†kata Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel ini.
Supian mencontohkan sejumlah SKPD yang “menyedot†anggaran cukup tinggi yaitu jenjang pendidikan SMA yang sekarang di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel. Kemudian, Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Itu belanja terkuras untuk membayar gaji. Jadi, jangan dilihat dulu kenaikannya, tapi lihat dulu belanjanya,†kata Supian.
“Tapi, untuk APBD 2020 kami tingkatkan nantinya anggaran untuk tahun 2021, bagaimana SKPD terkait bisa meningkatkan pendapatan. Khususnya di Samsat, karena setiap tahun naik, dan ada kebijakan gubernur untuk bayar pajak,†katanya.
Dengan peningkatan belanja, diharapkan kinerja SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel bisa ditingkatkan. Karena ini tidak lepas dari sumber daya manusianya. “Yang penting jangan sampai ada pelanggaran, seperti adanya tindak pidana korupsi. Semua mengawasi,†katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor mengatakan, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk mengoptimalkan semua potensi sumber pendanaan. “Diharapkan nantinya APBD mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung upaya pengentasan kemiskinan, penguatan ketersediaan infrastruktur dasar, pengurangan ketimpangan antar wilayah dan mewujudkan tata kelola yang baik dan bersih,†kata Paman Birin -sapaan akrabnya-. (fikri)
Editor : Bie
-
Bisnis1 hari yang laluTren Positif Investasi Saham dan Reksa Dana di Kalsel
-
HEADLINE3 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
HEADLINE2 hari yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Kapuas24 jam yang laluPemkab Kapuas Gelar Rapat Penanganan Sengketa Tanah
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluJelang Hari Raya Pemkab Kapuas Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar





