HEADLINE
PWNU Kalsel: Tantangan Santri Menghadapi Era Persaingan Industri 4.0
BANJARMASIN, Puncak Hari Santri Nasional jatuh pada Selasa (22/10) dan merupakan tahun keempat sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Ketua PWNU Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, penetapan Hari Santri menjadikan kebangkitan pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
“Kemudian juga UU Santri telah diterbitkan, ini menjadi sesuatu yang luar biasa perhatian pemerintah dan bersyukur kepada Allah SWT bahwa kesempatan-kesempatan bagi warga pesantren untuk mengembangkan pendidikannya jadi lebih baik lagi,” kata Haris Makkie usai upacara Hari Santri di Kompleks Universitas Nahdatul Ulama Kalsel, Gambut, Kabupaten Banjar.
Haris Makkie menekankan, pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pendidikan kebangsaan, kebudayaan dan olahraga. “Saya kira ke depan perkembangan santri dan pesantren kita harapkan semakin baik dan maju,” tambahnya.
Pria yang juga merupakan Sekdaprov Kalsel ini mengatakan, santri diuntungkan dengan terbitnya UU Santri karena akan memudahkan santri dalam belajar menimba ilmu pengetahuan. “Betul-betul mengikuti pendidikan sebagaimana mestinya, kemudian memanfaatkan kesempatan lain untuk menimba wawasan kebangsaan,” tambahnya.
Selain itu, memasuki era industri 4.0, para santri diharapkan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi. Karena itu, pembelajaran agama juga harus beriringan dengan pembelajaran wawasan umum, termasuk teknologi informasi.
“Di pondok tidak hanya sekadar belajar kitab, tetapi juga belajar teknologi informasi dan teknologi industri. Karena di pondok kita bisa mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan peradaban dan kita tidak bisa menghindari itu,” tandasnya.
Sementara itu, di puncak Hari Santri, selain upacara juga telah digelar Sholawatan yang digelar serentak seluruh Indonesia. “Pembacaan sholawat Nariyah sebanyak 1 milyar untuk seluruh Indonesia. Sesuai arahan PBNU, kami melaksanakan Senin malam (21/10) serentak,” kata Ketua Pelaksana Hari Santri Nasional Rizqillah Suhaili.
Selain sholawatan dan upacara yang digelar Selasa (22/10) pagi, dijadwalkan akan digelar Istighosah pada Kamis (24/10) mendatang. “Jadi kami akan menggelar istighosah yang dirangkai dengan kirab santri yang akan dilaksanakan di Halaman Mesjid Sabilal Muhtadin,” kata pria yang juga Bendahara PWNU Kalsel ini.
Uniknya, di sela-sela upacara Hari Santri, juga digelar pentas pencak silat. “Kita juga menampilkan atraksi silat dari Pagar Nusa,” pungkasnya. (fikri)
Editor : Chell
-
HEADLINE2 hari yang laluApril – Mei Wilayah Kalsel Memasuki Kemarau, Karakteristik Lebih Kering
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluTambal Sulam Titian Kayu Murung Selong Banjarmasin
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluWarga Babirik Ramaikan Jalan Sehat dan Senam Bersama Sambut Hari Jadi ke-74 HSU
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTanpa Sayembara, Ini Logo Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluIbu Kota Kalsel Catat 207 Ribu Pemilih Hasil PDPB 2026








