Connect with us

Advertorial

Program Sanitasi Bongkar Jamban Apung Dibantu Warga Bantaran Sungai Martapura

Diterbitkan

pada

DIBONGKAR, Pembongkaran jamban apung dilakukan secara swadaya warga di bantaran sungai Martapura. Foto : hendera

MARTAPURA, Program sanitasi penghilangan jamban apung di sepanjang Sungai Martapura yang dilakukan Pemkab Banjar terus dikejar untuk dibongkar. Komitmen Pemkab Banjar menghilangkan jamban apung di Sungai Martapura dilakukan, Selasa (16/1). Kawasan jamban apung yang dihilangkan mulai dari titik aliran Sungai Martapura di Mesjid At Taqwa, Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Kota.

Bupati Banjar KH Khalilurrahman mengatakan, Pemkab Banjar mendata ada 9.000 jamban apung yang akan dihilangkan dari pinggiran Sungai Martapura.  “Upaya program bebas jamban apung ini juga dibantu oleh masyarakat sekitar pinggiran sungai,” kata Bupati Banjar.

“Yang sudah terlaksanakan sebanyak 232 jamban apung sudah berhasil dihilangkan,” sambung Bupati Banjar.

Jumlah 9.000 jamban apung sepanjang Sungai Martapura itu memang sangat banyak, mengingat ada 169 desa yang warganya bermukim di bantaran Sungai Martapura tersebut.

“Karena membuang air besar dan sampah di sungai merupakan mencemari lingkungan, ini program sanitasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Banjar,” sambung Bupati Banjar.

Budaya sungai memang identik dengan masyarakat di Kabupaten Banjar. Sejak dahulu penduduk bermukim dimulai dari daerah yang berada dekat dengan aliran sungai membangun jamban untuk keperluan sehari-hari. Sejak zaman dahulu air sungai banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk mencuci, mandi dan lainnya.

Di dalam sungai juga terdapat bermacam ikan yang bisa dikonsumsi dan dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan manusia. Perlahan mengalami penurunan populasi akibat tercemarnya lingkungan di aliran sungai tersebut.(rendy/hendra)

Reporter: hendra
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca